Anak King Kobra Masuk Area Wisata Cikundul, Pengunjung Panik

Anak King Kobra Masuk Area Wisata Cikundul, Pengunjung Panik

Siti Fatimah - detikJabar
Rabu, 10 Jun 2026 13:45 WIB
Anak ular king kobra setelah dievakuasi damkar Sukabumi
Anak ular king kobra setelah dievakuasi damkar Sukabumi (Foto: Istimewa).
Sukabumi -

Pengunjung dan warga di kawasan wisata Pemandian Air Panas 3D, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi dibuat geger. Seekor anak ular king kobra ditemukan berkeliaran bebas di area wisata tersebut.

Warga yang panik melihat kemunculan ular berbisa mematikan itu langsung bergegas menghubungi tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Sukabumi untuk melakukan evakuasi.

Kabid Damkar Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Sukabumi Ujang Rustandi membenarkan insiden tersebut. Ujang menyebut peristiwa bermula saat petugas menerima laporan terkait adanya ular yang berkeliaran di sekitar tempat wisata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya warga melaporkan ada ular. Ternyata setelah tim kita langsung di lokasi memang itu King Kobra," kata Ujang saat dikonfirmasi, Rabu (10/6/2026).

ADVERTISEMENT

Ular king kobra yang dievakuasi tersebut diperkirakan masih anakan dan berusia belum genap satu tahun. Meski ukurannya tergolong kecil, Ujang mewanti-wanti bahwa efek gigitan king kobra tetap sangat mematikan.

"Cuman ya meskipun kecil, kalau namanya King Kobra ya bahaya," tegasnya.

Diduga Ular Peliharaan yang Lepas

Kemunculan ular sendok ini dinilai tidak wajar. Ujang menduga kuat reptil berbahaya tersebut merupakan hewan peliharaan milik warga sekitar yang terlepas dari kandangnya. Pasalnya, menurut Ujang, kawasan wisata Cikundul bukanlah habitat asli dari ular king kobra.

"Di Kota Sukabumi nggak ada sebenarnya (habitat asli king kobra). Mungkin itu adalah ada hewan peliharaan yang lepas. Lepas, sehingga dianya berkeliaran," urai Ujang.

Saat ini, ular king kobra tersebut masih diamankan di Markas Damkar Kota Sukabumi. Rencananya, petugas akan berkoordinasi untuk melepasliarkan ular mematikan itu kembali ke habitat alaminya yang jauh dari permukiman warga.

Belajar dari kejadian ini, pihak Damkar memberikan imbauan keras kepada para pencinta reptil agar tidak teledor dan ekstra hati-hati saat memutuskan memelihara ular berbisa.

"Tolong juga ya yang biasa memelihara, kita memelihara jangan asal jadi, hati-hati. Kan itu adalah hewan berbahaya yang bisa membahayakan nyawa," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menikmati Keseruan Main River Tubing di Sungai Cilumpang, Sukabumi "
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads