Asal-usul 2 Pesawat Usang Misterius di Lahan PTDI Terungkap

Asal-usul 2 Pesawat Usang Misterius di Lahan PTDI Terungkap

Wisma Putra - detikJabar
Selasa, 09 Jun 2026 12:34 WIB
Penampakan pesawat β€˜Misterius’ yang parkir di PTDI
Penampakan pesawat 'Misterius' yang parkir di PTDI (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

20 tahun lebih, pesawat jenis Boeing 737-200 PK-IJI (MSN-22125) dan PK-IJJ (MSN-22130) terparkir di kawasan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Bandung. Belum diketahui pemilik pesawat itu, saat ini pihak PTDI masih mencari pemilik pesawat ini.

Seperti apa asal usul, dua pesawat ini masuk ke PTDI?

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat PTDI Annisa Carolina mengatakan, pesawat itu masuk Tahun 2005 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada tahun 2005, dulu itu Buroq bekerja sama dengan PT ANI untuk mengerjakan maintenance kedua pesawat ini. Namun seiring berjalannya waktu, PT ANI itu berubah kepemilikan, seiring berjalannya waktu tersebut, (maintenance) pesawat ini tidak berlanjut," kata Annisa kepada detikJabar, Selasa (9/6/2026).

Annisa mengungkapkan, dulu mengapa PT ANI membawa dua pesawat ini ke PTDI karena tidak memiliki fasilitas perbaikan. Oleh karena itu perbaikan dikerjasamakan dengan PTDI.

ADVERTISEMENT

"Karena PT ANI tidak punya fasilitas maintenance, jadi dipindahkan ke PTDI untuk pengerjaannya dan selain itu juga, dulu itu historical kebelakangnya lagi, sebelum PT ANI dengan Bouraq ini. Kedua pesawat ini itu dari PT PAN," ungkapnya.

Penampakan pesawat 'Misterius' yang parkir di PTDIPenampakan pesawat 'Misterius' yang parkir di PTDI Foto: Wisma Putra/detikJabar

"PT PAN itu salah satu BUMN di Indonesia juga, tapi sekarang sudah tidak ada. Dulu itu sempat di zamannya Pak Soeharto, tahun 2005, diberikan 10 pesawat untuk dilisingkan ke beberapa airline di Indonesia dan beberapa diantaranya ke PT Buroq. Makanya Buroq ingin mengerjakan maintenance-nya dengan PT ANI, namun untuk fasilitasnya menggunakan fasilitas PTDI," tambahnya.

Annisa sebut, PT ANI sudah berubah kepemilikan, PT Bouraq sudah pailit dan PT PAN juga sudah diobligasikan.

"Kemarin-kemarin kita berkomunikasi dengan tiga pihak tersebut. Komunikasi dengan PT ANI, ternyata di catatan kontrak dan asetnya PT ANI tidak tercatat kedua pesawat ini dan untuk komunikasi kita dengan PT Bouraq, juga tidak tercatat aset kedua pesawat ini," jelasnya.

Annisa sebut, kedua pesawat ini harus segera dipindahkan. Pasalnya lokasinya akan dibuat hanggar.

"Sebenarnya kita ada beberapa hal yang akan kita lakukan di daerah PTDI ini. Salah satunya di wilayah ini kita mau bangun salah satu hanggar lagi untuk pesawat N219. Makanya kita harus mengosongkan kedua wilayah ini, yang ada kedua pesawat ini," pungkasnya.

(wip/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads