Pemkot Bandung Tunda Potong Kabel Udara, Ini Alasannya

Rifat Alhamidi - detikJabar
Selasa, 09 Jun 2026 14:30 WIB
Pembersihan kabel udara di Jalan Buahbatu, Kota Bandung beberapa waktu lalu (Foto: Dok Pemkot Bandung).
Bandung -

Pemkot Bandung harus menunda rencana pemotongan kabel fiber optic yang menjuntai di udara. Hal ini dilakukan karena perusahaan jaringan telekomunikasi belum siap memindahkan layanan internetnya ke bawah tanah atau ducting.

Padahal, Pemkot Bandung sudah memulai agenda pemotongan kabel udara pada 2 Juni 2026. Proyek itu sempat menargetkan kawasan Asia Afrika dan Jalan Sunda, namun kemudian diubah ke Jalan Merdeka dan Jalan Lembong.

Bahkan sesuai perencanannya, pemotongan kabel udara dilakukan secara marathon hingga 18 Juni 2026 dengan menargetkan total 36 ruas kalan. Namun kemudian, rencana tersebut terpaksa ditunda karena kesiapan back up internet yang belum bisa dilaksanakan.

"Aturan mainnya kan begini, sesuai dengan Perwal, begitu semua perangkat infrastruktur telekomunikasi siap di bawah, baru turun (kabel udara dipotong). Jadi semua opera operator telekomunikasi, operator jaringan itu dikonsentrasikan turun dulu ke bawah. Masuk dulu, sudah tersedia jaringannya, baru di atas diputus. Jadi kan tidak ada tidak ada gangguan lah gitu untuk jaringan," kata Direktur Utama PT Bandung Infra Investama (BII) Asep Wawan Dharmawan, Selasa (9/6/2026).

"Pak Wali sudah memberikan arahan, jadi paling lambat sudah siap semuanya bulan Desember. Jadi nanti kita beres-beres semua dulu di bawahnya kemudian baru kita beresin di atas," ungkapnya menambahkan.

Asep tak menampik, proses pemotongan kabel udara di Jalan Merdeka dan Jalan Lembong tempo hari sempat membuat layanan internet terganggu. Namun kemudian, gangguan itu sudah diatasi setelah operator layanan telekomunikasi memindahkan layanan kabel udaranya ke bawah tanah.

"Waktu kemarin mungkin ada jaringan-jaringan yang sempat keputus tapi belum ada backup-nya di bawah. Jadi sekarang sedang dalam proses. Semua, kita sudah laporan, semua layanan publik enggak ada masalah, Insyaallah. Sudah di-update juga, tidak ada terputusnya jaringan dan sebagainya," tuturnya.

Menurut Asep, proses ini dilakukan supaya agenda pemotongan kabel udara tidak mengganggu layanan internet. Begitu kabel udara dipotong dan diturunkan ke bawah tanah, masyarakat tetap bisa menikmati layanan internet seperti biasa.

"Kendalanya lebih pada best practice ya, bagaimana teman-teman yang mengelola jaringan fiber optik itu bekerja . Karena kan mereka kalau misalkan narik jaringan, mereka juga harus memastikan jaringan tersebut terkoneksi masuk ke para pelanggan. Itu yang mungkin harus dipastikan," katanya.

"Jadi bukan hanya tergelar di jalan nih, turun semuanya gitu aja. Tapi bagaimana jaringan fiber optik itu di dalamnya ada koneksi-koneksi internet, layanan publik dan sebagainya terkoneksi ke masing-masing user," pungkasnya.



Simak Video "Video: Tol Cipularang Padat Merayap Menuju Jakarta"

(ral/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork