Emosi Farhan gegara Pengusaha Tak Patuh Aturan soal Kabel Udara

Emosi Farhan gegara Pengusaha Tak Patuh Aturan soal Kabel Udara

Rifat Alhamidi - detikJabar
Selasa, 02 Jun 2026 12:39 WIB
Walikota Bandung M Farhan
Walikota Bandung M Farhan (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar).
Bandung -

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meluapkan emosinya saat proses pemotongan kabel udara di Jalan Merdeka. Farhan mengaku kesal lantaran pengusaha telekomunikasi tak bisa mematuhi aturan soal proyek ducting atau penurunan kabel ke bawah tanah.

"Secara teknis mereka belum siap gitu. Makanya saya bilang, kalau teknisnya belum siap, maka harus segera dikasih tahu dong," kata Farhan saat meninjau proses pemotongan kabel udara, Selasa (2/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tuh tadi sebetulnya marah sekali, karena saya ini sebagai Wali Kota terpilih sudah mendapat tanggung jawab sejak tanggal 6 Desember 2024. Tanggal 8 Desember 2025 kita sudah bikin pengumuman di sini. Kemudian pada bulan Januari kita sudah potong di Buahbatu, sudah jalan. Jadi ini nunggu apa lagi sih," ucapnya menambahkan.

Sebagaimana diketahui, Pemkot Bandung menggagendakan pemotongan kabel udara untuk proyek ducting atau penurunan kabel bawah tanah. Titik pertama yang ditargetkan yaitu di kawasan Jalan Asia Afrika hingga Jalan Sunda.

ADVERTISEMENT

Namun, target yang direncakan ternyata menemui kegagalan. Pemkot Bandung kemudian mengubah rute pemotongan kabel udara itu ke Jalan Merdeka di dekat Balai Kota Bandung.

Ternyata, ada sejumlah alasan yang membuat target pemotongan kabel udara di Jalan Asia Afrika gagal. Faktor terbesarnya masalah blackout internet yang berpotensi mengganggu layanan perbankan hingga proses SPMB 2026.

"Dari 39 (perusahaan telekomunikasi), yang sudah siap itu 18. Jadi ada 21 yang belum siap. Makanya tadi Ketua Umum Apjatel nasional langsung datang. Kalau saya sih tadinya mau main potong aja, tapi pertimbangan saya bukan masalahnya apakah operator siap apa enggak. Tapi masalahnya backup-nya ternyata belum siap untuk layanan publik. Kita tidak mau kita main potong aja tapi ternyata layanan publik terganggu," ungkap Farhan.

Farhan menyatakan, Pemkot Bandung memberi tenggat waktu hingga sore ini untuk proses pemotongan kabel udara. Ia pun memastikan, syarat pemotongan tersebut harus menyediakan back up internet terlebih dahulu sebelum proses ducting dilakukan.

"Udah SP3 juga ke mereka. Sekarang sih pokoknya itu kalau tadi subuh aja saya confidence bahwa backup-nya itu bagus seperti di jalur ini, saya potong, peduli amat. Tapi ternyata sampai tadi subuh itu belum 100 persen," katanya.

"Sekarang saya lagi nunggu laporan dulu. Yang paling penting ini, potong itu mesti ada backup-nya dulu. Kalau masalah penegakan peraturan mah pasti kita akan sangat diprioritaskan. Tapi yg paling penting dampak dari penegakan peraturan, jangan sampai ada blackout," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Arnold Ph. Djiwatampu Raih Best Lifetime Achiever Dunia Telekomunikasi "
[Gambas:Video 20detik] (ral/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads