Dua pesawat tak bertuan diparkir di kawasan PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Belum diketahui siapa yang memasukkan dua pesawat itu dan asal-usul pesawat itu, hingga PTDI membuat pengumuman melalui media sosial (medsos) Instagram @ptdiofficial.
Dari foto yang dibagikan, dua pesawat itu berwarna putih-hijau. Satu pesawat bertuliskan "BURAQ" dan satu lainnya bertuliskan "CAMAR".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara kondisi dari luar pesawat ini cukup memprihatinkan, kotor dan tidak terawat. Penampakan luar pesawat menjadi kumuh karena disimpan di luar dan bukan di hanggar sehingga terpapar sinar matahari kala cuaca panas dan basah saat diguyur hujan.
Dikonfirmasi kepada PTDI, melalui Manager Komunikasi Perusahaan dan Hubungan Kelembagaan, PT Dirgantara Indonesia (Persero), Adi Prastowo, pihaknya masih mencari pemilik dua pesawat itu. Sekadar diketahui, dua unit pesawat tersebut sudah nongkrong di area PTDI sejak 20 tahun lalu.
"Dua pesawat berlabel Bouraq dan Camar itu dimasukkan ke PTDI sekitar 2005," kata Adi, Senin (8/6/2026).
Pesawat usang yang terparkir di PT DI (Foto: Istimewa). |
Menurut Adi, pihaknya sudah mengirimkan surat kepada pemilik pesawat. "Kami sudah bersurat kepada PT ANI, yang saat ini sudah ganti kepemilikan. PT ANI sudah menjawab tidak ada kaitan dengan pesawat tersebut," ucapnya.
Dia menjelaskan, pihaknya mendapatkan informasi jika pembeli atau pendanaan pengadaan pesawat tersebut adalah salah satu perusahaan BUMN yakni PT PANN.
"Kami sempat mendatangi ke kantor PT PANN di Tebet Jakarta. Belum ada penjelasan tertulis, namun Februari 2026, PT PANN dilikuidasi oleh pemerintah. Dua pekan lalu kurator datang ke PTDI dan menyatakan dua pesawat tersebut tidak terdaftar dalam catatan aset PT PANN," tutur Adi.
Disinggung terkait pengumuman di Instagram, Adi sebut itu merupakan salah satu cara dan ikhtiar mencari pemilik kedua pesawat tersebut. "Pengumuman di atas adalah syarat kami dari aspek legal untuk melakukan tindakan selanjutnya. Sebagaimana isi pengumuman tersebut. Barangkali ada pemilik sah terakhir atas kedua pesawat tersebut," kata Adi.

