Rahasia Kelam Wanita Padalarang yang Terbongkar di Malam Pertama

Round-Up

Rahasia Kelam Wanita Padalarang yang Terbongkar di Malam Pertama

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 09 Jun 2026 07:30 WIB
Poster
Ilustrasi. (Foto: Edi Wahyono/detikJabar)
Bandung Barat -

Delapan tahun lamanya, SA (33) harus memendam rapat sebuah rahasia kelam di bawah atap rumahnya sendiri di kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Sejak sang ibu berpulang, perlindungan yang seharusnya ia dapatkan dari sosok ayah justru berganti menjadi mimpi buruk yang panjang.

SA menjadi korban kebejatan ayah kandungnya sendiri sejak ia menginjak usia 25 tahun. Tanpa kehadiran sosok ibu yang telah tiada, tak ada lagi benteng pelindung bagi SA di rumah tersebut. Selama hampir sewindu, ia terjebak dalam lingkaran kekerasan seksual yang dilakukan oleh orang tua yang seharusnya menjaganya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tabir gelap itu akhirnya tersingkap setelah keluarga korban melapor ke Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) KBB pada 7 Mei 2026.

"Betul, keluarga pelapor menyampaikan terkait dugaan pelecehan seksual berupa persetubuhan yang dialami pelapor oleh ayah kandungnya. Laporan diterima 7 Mei 2026," kata Pendamping Korban Kekerasan Perempuan dan Anak Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) KBB, Deden Irwan, saat dikonfirmasi, Senin (8/6/2026).

ADVERTISEMENT

Tragedi ini terungkap melalui sebuah pengakuan jujur yang menyakitkan. SA, yang baru saja menempuh hidup baru setelah menikah dengan pria pilihan keluarga pada 23 April 2026, tak lagi sanggup menyimpan bebannya sendirian. Di malam yang seharusnya penuh kebahagiaan, SA justru mengungkap fakta pahit kepada suaminya.

"Jadi pada malam pertama, korban secara spontan menyampaikan pada suaminya kalau suaminya ini lebih perkasa secara biologis dibanding seseorang yang pernah bersetubuh dengan SA," kata Deden.

Mendengar pengakuan spontan tersebut, sang suami tersentak. Setelah didesak untuk menjelaskan maksud ucapannya, tangis SA pecah. Ia mengakui bahwa selama delapan tahun terakhir, dirinya merupakan korban persetubuhan yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri.

"Suaminya kemudian menghubungi keluarga besar untuk menceritakan apa yang disampaikan SA. Keluarga besar menggelar pertemuan di tanggal 7 Mei 2026 untuk mendapatkan penjelasan langsung dari SA. Dan diketahui bahwa SA disetubuhi oleh ayahnya selama 8 tahun," kata Deden.

Namun, kejujuran SA berbuah pahit bagi biduk rumah tangganya yang baru seumur jagung. Sang suami memilih jalan perpisahan. Tak lama setelah pertemuan keluarga besar itu berakhir, SA harus menghadapi kenyataan ia diceraikan.

"Setelah pertemuan bersama keluarga, suaminya memutuskan untuk menceraikan korban dan membuat pernyataan tertulis. Saat ini kasus dalam penanganan Bidang PPPA Dinas P2KBP3A," kata Deden.

Kini, SA tengah dalam pendampingan pihak berwenang untuk memulihkan trauma mendalam, sembari proses hukum terhadap sang ayah terus berjalan. Sebuah akhir yang pilu bagi perjuangan seorang perempuan yang mencoba lepas dari belenggu trauma masa lalu.




(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads