Tragedi Bocah Jasinga: Maut di Balik Perburuan Babi Hutan

Andry Haryanto - detikJabar
Selasa, 09 Jun 2026 06:00 WIB
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/dimid_86)
Bogor -

Kematian MAS (9) di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, menyorot kembali aktivitas perburuan babi hutan yang selama ini berlangsung di kawasan tersebut. Di balik tragedi yang merenggut nyawa bocah itu, warga menyebut perburuan menggunakan anjing bukanlah hal baru.

Kapolsek Jasinga AKP Agus Hidayat mengungkapkan, pihaknya mengetahui kebiasaan tersebut setelah melakukan penyelidikan dan berkomunikasi dengan warga sekitar pascakejadian.

"Menurut warga katanya sering di situ ada," kata Agus, Senin (8/6/2026).

Aktivitas perburuan itu biasanya dilakukan di kawasan hutan dan lahan perkebunan di sekitar Kampung Tipar. Para pemburu melepaskan anjing untuk mengejar babi hutan yang dianggap merusak tanaman warga.

Menurut Agus, lokasi tempat korban memancing pada hari kejadian juga merupakan area yang kerap menjadi jalur perburuan.

"Karena memang di tempat itu mereka sudah biasa melepaskan anjing dan memang tempat perburuan babi liar," ujarnya.

Kendati demikian, polisi menduga para pemburu tidak mengetahui adanya anak-anak yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi saat anjing-anjing tersebut dilepas.

"Mereka tidak mengecek langsung ke lokasi atau ke medan yang ada, bahwa di medan itu ada anak yang lagi mancing," kata Agus.

Insiden maut yang menimpa MAS merupakan kejadian pertama yang menimbulkan korban jiwa di kawasan tersebut. Karena itu, warga meminta agar kegiatan perburuan dihentikan sementara sampai penyelidikan rampung dilakukan.

"Yang pastinya karena permintaan dari warga juga, untuk sementara jangan dilakukan," ujar Agus.

Pasca-insiden tersebut, polisi juga mulai mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melepas hewan peliharaan di kawasan hutan maupun lahan yang masih sering digunakan warga untuk beraktivitas.

"Yang jelas tidak boleh melepaskan binatang piaraan karena kita khawatir ada penduduk atau warga yang mencari nafkah di sekitar hutan," kata Agus.

Kasus ini kini ditangani Polres Bogor. Selain menyelidiki penyebab kematian korban, polisi juga mendalami mekanisme serta pengawasan kegiatan perburuan babi hutan yang selama ini berlangsung di wilayah Jasinga.

Pengakuan Pihak Desa

Sekretaris Desa Argapura Sahrul Mubarok menyebut aktivitas berburu di kawasan tersebut bukan hal baru. Menurutnya, kelompok pemburu yang datang umumnya berasal dari luar daerah dan tidak pernah meminta izin kepada pemerintah desa.

"Kalau ditanya warga terbantu atau tidak dengan adanya perburuan, justru banyak warga yang mengeluh kepada saya. Mereka merasa sangat terganggu," kata Sahrul di Polres Bogor, Senin (8/6/2026).

Sahrul menuturkan, para pemburu biasanya datang dalam jumlah besar. Dalam satu kegiatan, rombongan bisa mencapai sekitar 20 kendaraan yang diparkir di kampung-kampung sekitar lokasi perburuan.

"Sekali datang bisa sekitar 20 mobil. Warga kampung rata-rata juga takut dengan anjing-anjing yang dibawa," ujarnya.

Menurut Sahrul, selama ini tidak pernah ada pemberitahuan maupun permohonan izin kepada pemerintah desa terkait kegiatan tersebut.

"Tidak ada izin kepada aparat setempat juga," katanya.

Bahkan, kata dia, para pemburu disinyalir tidak berkomunikasi dengan warga yang wilayahnya digunakan sebagai lokasi parkir kendaraan.

"Jangankan izin, permisi ke warga saja tidak. Menaruh kendaraan di lingkungan warga juga tanpa pemberitahuan kepada pemilik rumah," ujar Sahrul.

Kemarahan warga memuncak setelah bocah berusia 9 tahun itu ditemukan meninggal dunia. Keluarga korban bersama sejumlah warga kemudian melakukan penyisiran ke beberapa kampung untuk mencari kelompok pemburu yang berada di lokasi saat kejadian.

Dalam situasi tersebut, satu kendaraan milik pemburu sempat menjadi sasaran amuk massa. "Kalau yang dirusak, setahu saya hanya satu kendaraan," kata Sahrul.

Meski demikian, ia memastikan tidak terjadi kerusakan lain. Kendaraan yang diamankan warga kemudian dibawa ke Polsek Jasinga untuk menghindari situasi yang kian memanas.

Kasus tewasnya MAS kini masih dalam penanganan Polres Bogor. Polisi telah mengamankan sekitar 43 orang yang diduga terkait dengan kegiatan perburuan saat peristiwa maut itu terjadi.




(orb/orb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork