Polemik Bonus Persib, Dedi Mulyadi Siap Buka Data Jual Sapi

Polemik Bonus Persib, Dedi Mulyadi Siap Buka Data Jual Sapi

Bima Bagaskara - detikJabar
Senin, 08 Jun 2026 14:58 WIB
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi memantau langsung keamanan di Gereja Katedral Santo Petrus, Jalan Merdeka, Bandung, pada Rabu (24/12/2025).
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (Foto: dok detikJabar).
Bandung -

Polemik bonus Rp1 miliar yang diberikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kepada Persib Bandung akhirnya terjawab. Setelah ramai dipertanyakan publik, Dedi memilih buka-bukaan mengenai sumber dana yang digunakan untuk mengapresiasi tim juara tersebut.

Dedi menegaskan, uang Rp1 miliar yang diserahkannya kepada Persib bukan berasal dari anggaran pemerintah maupun sumber lain yang selama ini menjadi bahan spekulasi. Menurutnya, dana tersebut murni berasal dari tabungan pribadi, yang salah satunya bersumber dari hasil penjualan sapi peliharaannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penjelasan tersebut disampaikan menyusul derasnya pertanyaan hingga kritik yang membanjiri dirinya setelah pemberian bonus kepada skuad Maung Bandung pada Rabu (3/6) lalu.

"Saya jelaskan ya, dana yang diberikan satu miliar untuk Persib diambil dari rekening tabungan saya. Tabungan saya itu diisi di antaranya dari hasil penjualan sapi," kata Dedi melalui keterangannya, Senin (8/6/2026).

ADVERTISEMENT

Dedi mengaku tidak heran jika publik mempertanyakan sumber dana tersebut. Bahkan, menurutnya, banyak pihak yang secara khusus meminta penjelasan mengenai siapa saja pembeli sapi yang hasilnya didonasikan sebagai bonus.

Menanggapi hal itu, Dedi menyatakan kesiapannya untuk menjelaskan secara transparan. Ia menyebut jumlah pembeli sapinya cukup banyak, mulai dari masyarakat yang membeli satu ekor hingga beberapa ekor sekaligus.

"Ada yang beli satu, ada yang beli dua, ada yang beli tiga, bahkan ada yang beli empat ekor. Kalau saya sebutkan semuanya akan sangat panjang karena pembelinya banyak," ujarnya.

Dedi juga memastikan seluruh transaksi penjualan sapi tersebut memiliki jejak administrasi yang lengkap. Mulai dari bukti pembayaran, dokumen pengiriman, hingga dokumentasi penerima sapi diklaim tersimpan dengan baik.

Menurutnya, seluruh data tersebut dapat ditunjukkan kapan saja apabila diperlukan untuk menjawab keraguan publik.

"Nanti kalau suatu saat diperlukan, data-datanya sudah saya siapkan. Bukti pengiriman sapinya ada, foto pengiriman ada, foto penerimanya juga lengkap," katanya.

Di tengah derasnya kritik, Dedi justru mengaku tidak merasa terganggu. Ia menilai pertanyaan dan kritik dari masyarakat merupakan bagian dari kontrol publik yang sehat terhadap pejabat negara.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada siapa pun yang mengkritik dan mengingatkan saya. Saya senang banyak yang mengingatkan, banyak yang mengkritik, dan banyak yang mencari kesalahan. Dengan cara itu saya akan terus mawas diri dan berhati-hati dalam mengambil setiap tindakan," ucapnya.

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Video: Dijanjikan Kompensasi oleh KDM, Puluhan Kios Liar Jalur Puncak Dirobohkan"
[Gambas:Video 20detik]
(bba/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads