PSGJ Cirebon Bangkit, Targetkan Tembus Liga 3 Nasional

Devteo Mahardika - detikJabar
Sabtu, 06 Jun 2026 19:37 WIB
Peluncuran jersey PSGJ. Foto: Devteo Mahardika/detikJabar
Cirebon -

Persatuan Sepakbola Gunung Jati (PSGJ) Cirebon memulai babak baru. Klub kebanggaan masyarakat Kabupaten Cirebon itu kembali diluncurkan dalam sebuah seremoni meriah di Stadion Watubelah, Kabupaten Cirebon, Sabtu (6/6/2026) sore.

Ratusan suporter yang memadati stadion menjadi saksi dimulainya babak baru perjalanan PSGJ. Antusiasme yang ditunjukkan para pendukung menjadi bukti bahwa kecintaan masyarakat terhadap klub berjuluk Laskar Gunung Jati tersebut tidak pernah pudar meski sempat vakum dari persaingan sepak bola nasional.

Peluncuran kembali PSGJ bukan sekadar seremoni, melainkan langkah awal untuk mengembalikan kejayaan klub yang pernah menjadi kebanggaan Kabupaten Cirebon dan dikenal di berbagai kompetisi sepak bola nasional.

Presiden Klub PSGJ Cirebon Arie Prasetiyo menegaskan manajemen berkomitmen membangun klub secara profesional dan berkelanjutan. Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah mendatangkan pelatih berpengalaman serta sejumlah pemain yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing tim.

"Kami akan terus berusaha membangun PSGJ. Hari ini kami mendatangkan pelatih dari Maluku Utara dan beberapa pemain yang kami harapkan bisa membawa PSGJ kembali melesat," ujar Arie.

Menurutnya, target jangka pendek yang telah ditetapkan adalah membawa PSGJ lolos dan tampil di Liga 3 Nasional. Untuk mencapai target tersebut, manajemen akan memperkuat komposisi tim dengan memadukan pemain berpengalaman dan talenta-talenta lokal asal Kabupaten Cirebon.

"Kami akan memperkokoh pondasi tim dengan pemain-pemain yang sudah kami datangkan. Setelah itu, kami akan membuka seleksi bagi putra-putra terbaik Kabupaten Cirebon untuk bergabung bersama PSGJ," katanya.

Arie menegaskan, pembinaan usia dini dan regenerasi pemain akan menjadi program utama klub dalam jangka panjang. Menurutnya, keberlangsungan sebuah klub tidak hanya ditentukan oleh prestasi sesaat, tetapi juga kemampuan mencetak generasi pemain baru secara berkelanjutan.

"Regenerasi harus terus berjalan. Kami ingin PSGJ memiliki keberlanjutan sehingga ke depan lahir pemain-pemain yang lebih baik dan mampu membawa klub semakin maju," tegasnya.

Sementara itu, pelatih kepala PSGJ Edwin Umbas atau yang akrab disapa Coach Edu, mengaku optimistis mampu memenuhi target yang dibebankan manajemen dan pemerintah daerah.

Mantan pelatih yang memiliki pengalaman di sejumlah klub tersebut menilai dukungan masyarakat dan pemerintah menjadi modal besar dalam membangun tim yang kompetitif.

"Saya diberi target membawa PSGJ promosi ke Liga 3. Saya cukup percaya diri dan optimistis bisa mencapainya, apalagi setelah melihat dukungan luar biasa dari masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Cirebon," ujar Coach Edu.

Ia mengungkapkan, proses pembentukan tim masih terus berjalan. PSGJ masih membuka peluang menambah amunisi baru, baik dari luar daerah maupun pemain-pemain lokal yang akan mengikuti seleksi terbuka.

"Saat ini kami masih membuka peluang menambah pemain. Selain pemain senior yang sudah bergabung, kami juga akan menggelar seleksi terbuka. Harapannya banyak pemain asli Cirebon yang bisa masuk dan memperkuat PSGJ," katanya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Cirebon menyatakan dukungan penuh terhadap kebangkitan PSGJ. Bupati Cirebon, Imron, berharap kehadiran kembali PSGJ dapat menghidupkan gairah sepak bola daerah sekaligus melahirkan prestasi yang membanggakan masyarakat.

"Kami baru saja melaunching PSGJ. Harapan kami PSGJ bisa bangkit kembali seperti dulu. Kita tahu PSGJ pernah dikenal masyarakat luas dan tampil di berbagai event tingkat nasional," ujar Imron.

Menurutnya, besarnya dukungan suporter yang terlihat saat peluncuran menjadi sinyal positif bahwa PSGJ masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Kabupaten Cirebon.

"Ternyata suporter PSGJ masih sangat banyak dan semangatnya luar biasa. Ini menjadi motivasi bagi pemerintah, pelatih, dan para pemain untuk bekerja lebih keras agar PSGJ bisa kembali berjaya," katanya.

Imron menambahkan, kebangkitan PSGJ harus ditopang oleh berbagai aspek, mulai dari kualitas pelatih, pemain, hingga fasilitas olahraga yang memadai. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya melakukan pembenahan sarana olahraga, termasuk Stadion Watubelah yang menjadi markas PSGJ.

"Dengan segala keterbatasan anggaran, kami terus berupaya memperbaiki fasilitas yang ada. Mudah-mudahan ke depan ada dukungan dari pemerintah provinsi maupun pusat agar pengembangan Stadion Watubelah bisa lebih maksimal," ujarnya.

Dengan dukungan pemerintah daerah dalam menunjang sarana prasarana stadion, manajemen, pelatih, pemain, dan loyalitas suporter yang tetap terjaga, PSGJ kini menatap masa depan dengan optimisme baru.




(sud/sud)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork