Ayi Solehudin (45), ditemukan terkapar di lereng Gunung Salak usai 2,5 tahun menghilang. Bahkan terungkap jika pria asal Kecamatan Campaka, Cianjur tersebut sudah dua pekan berada di Gunung Salak.
Namun petugas medis memastikan jika Ayi dapat bertahan bukan karena hal gaib, tetapi lantaran kondisi tubuhnya yang tak biasa akibat gangguan kejiwaan yang dideritanya.
Kepala Puskesmas Campaka dr Tito, mengatakan seseorang yang mengalami gangguan kejiwaan cenderung bisa menahan rasa lapar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena gangguan kejiwaannya, biasanya tidak mudah merasakan sakit, ataupun lapar. Bahkan apapun bisa ditangkap makanan dan disantap, karena tak dapat membedakan mana yang baik untuk dimakan atau tidak," kata dia, Kamis (4/6/2026).
Tetapi, lanjut dia, seseorang dengan gangguan kejiwaan pun tetap butuh minum dan makan. "Makanya saat ditemukan tetap lemas tubuhnya, karena kurang asupan makanan dan minum," kata dia.
Senada, Ketua Yayasan Rumah Pulih Jiwa Rukman Samsudin, mengadakan orang dengan gangguan kejiwaan lebih cenderung mengikuti halusinasinya saat menghilangkan rasa lapar ataupun haus.
"Makanya orang dengan gangguan kejiwaan memiliki daya tahan lebih dibandingkan yang tidak alami gangguan kejiwaan. Mereka cenderung fokus ke halusinasi, mengabaikan rasa lapar, sehingga bisa bertahan meski di kondisi ekstrem," kata dia.
Dia mengatakan, selama di Gunung Salak, diduga Ayi mengkonsumsi apapun yang ditemuinya, termasuk dedaunan atau sisa dari masyarakat yang melintas.
"Bisa jadi makan dedaunan, atau ada makanan sisa yang dibuang oleh masyarakat yang melintas. Dalam halusinasinya bisa jadi itu makanan lezat, sehingga dimakan dan bisa bertahan, dan itu bukan karena hal mistis, melainkan kondisi tubuh yang tidak normal," kata dia.
Diberitakan sebelumnya, Sejumlah video yang merekam evakuasi dramatis seorang pria kurus di lereng Gunung Salak, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial dan aplikasi perpesanan.
Di balik rekaman menegangkan tersebut, terungkap fakta mengejutkan bahwa pria malang itu adalah warga Kabupaten Cianjur yang telah menghilang selama tiga tahun.
Berdasarkan penelusuran detikJabar, peristiwa penemuan ini terjadi pada Senin (25/5/2026) di area jalur pendakian ilegal Gunung Salak. Pria tersebut pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang mengecek saluran air di kawasan hutan.
(yum/yum)
