Seorang balita berusia dua tahun meninggal dunia setelah menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Sumedang-Wado, tepatnya di Dusun Tegal Panjang, Desa Ganeas, Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sumedang Ipda Arief mengatakan, kecelakaan tersebut melibatkan tiga kendaraan, yakni mobil pikap bernomor polisi Z-8575-HQ, sepeda motor Honda Beat bernomor polisi Z-3885-BD, dan Toyota Kijang Innova bernomor polisi F-1038-NK.
Menurut Arief, kecelakaan bermula ketika mobil pikap yang dikemudikan Muhtar melaju dari arah Wado menuju Sumedang. Saat tiba di lokasi kejadian, pikap tersebut berusaha mendahului kendaraan yang berada di depannya. Namun, kendaraan diduga terlalu mengambil jalur berlawanan saat dari arah berseberangan melaju sepeda motor Honda Beat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika melintasi medan jalan lurus jika dilihat dari arah Wado menuju arah Sumedang, lajur jalan dua arah, diduga ketika sedang mendahului kendaraan sejenis minibus dengan nopol tidak tercatat yang ada di depannya melaju terlalu ke kanan jalan. Di waktu bersamaan datang sepeda motor Honda Beat yang dikemudikan oleh Ega Nia Kusmiati. Karena jarak yang sudah dekat sehingga kendaraan pikap mengalami oleng dan terbalik, ban sebelah kiri mengarah ke atas dan tabrakan pun tidak dapat dihindari," ujar Arief kepada detikJabar.
Akibat kecelakaan tersebut, seorang balita yang merupakan penumpang sepeda motor Honda Beat meninggal dunia setelah mengalami luka serius di bagian kepala.
"Kejadian tersebut mengakibatkan empat orang penumpang kendaraan Mitsubishi pikap mengalami luka-luka. Pengemudi sepeda motor Honda Beat mengalami luka-luka, berikut yang diboncengnya meninggal dunia. Semua korban dibawa ke klinik terdekat, serta kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas mengalami kerusakan," katanya.
Saat ini, Unit Gakkum Satlantas Polres Sumedang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk memeriksa pengemudi pikap dan sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
Diketahui, mobil pikap tersebut membawa 16 penumpang yang mayoritas merupakan ibu-ibu asal Wado. Rombongan itu hendak menjenguk seorang tetangga yang sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Sumedang.
Selain menewaskan seorang balita, kecelakaan tersebut juga menyebabkan sejumlah penumpang pikap mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis.
(yum/yum)
