Dramatis! Evakuasi Pria Cianjur 3 Tahun Hilang di Gunung Salak

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Rabu, 03 Jun 2026 11:31 WIB
Proses evakuasi Ayi dari Gunung Salak (Foto: Istimewa).
Sukabumi -

Proses penyelamatan Ayi Solehudin (50), warga Kabupaten Cianjur yang tiga tahun hilang, berlangsung dramatis. Relawan harus memutar otak saat mengevakuasi pria tersebut dari lereng Gunung Salak.

Kondisi Ayi saat ditemukan pada Senin (25/5/2026) lalu sangat memprihatinkan. Tubuhnya kaku kedinginan dan nyaris tak mampu berjalan.

Dalam video amatir yang viral, evakuasi terpaksa dilakukan menggunakan alat seadanya. Warga dan relawan Ambulans Sukabumi Bersatu (ASB) merakit tandu darurat dari sebatang kayu dan sehelai kain sarung.

Tubuh kurus Ayi direbahkan di dalam balutan sarung tersebut. Belasan relawan kemudian bergantian memanggul ujung dahan pohon menyusuri lebatnya hutan.

Lokasi penemuan Ayi berada di area sungai wilayah Cipari Girang, Desa Cisaat. Ketinggiannya diperkirakan mencapai lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Relawan ASB, Muh Irfan Maulana, mengungkap beratnya rintangan yang harus dihadapi. Tim evakuasi bahkan menargetkan pembukaan akses jalan baru demi keselamatan korban.

"Sampai proses evakuasi itu, kita tersulitnya karena akses jalan. Kalau misalnya ditarik (dievakuasi) lewat sungai lagi ke bawah, kita susah," kata Irfan, Rabu (3/6/2026) menceritakan kondisi di lapangan.

"Akhirnya target kita bikin jalur baru dulu, kita buka akses jalan baru," sambungnya.

Medan darurat yang dilalui tim sangat curam dan berbahaya. Relawan harus membabat rimbunnya semak belukar basah di atas pijakan tanah berlumpur yang licin.

Selain ASB, Relawan Sosial Tangan Peduli, warga setempat, dan Pemerintah Desa (Pemdes) Cisaat juga ikut terjun dalam proses evakuasi itu.

Terdengar sahut-menyahut instruksi dan seruan agar tim tetap menjaga keseimbangan. Beberapa relawan bahkan terpaksa berjalan merunduk untuk menghindari rintangan dahan pohon yang melintang.

Upaya membuka jalan setapak ini harus dilakukan secepat mungkin. Irfan menyebut korban terancam hipotermia akibat suhu dingin kaki Gunung Salak.

"Kalau kurang dari 24 jam saja di Gunung Salak (tanpa perlengkapan), bisa-bisa hipotermia kalau tidak meninggal. Kondisinya saat itu memang sudah sangat lemas," ungkap Irfan.

Kerja keras membabat vegetasi hutan selama kurang lebih tiga jam itu berbuah manis. Tim berhasil mencapai target dan tiba di permukiman warga dengan selamat pada pukul 13.00 WIB.



Simak Video "Video: Komponen Kereta Dilepas Satu per Satu Saat Proses Evakuasi"

(sya/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork