Terminal Cicaheum, Kota Bandung kini resmi berhenti beroperasi. Seluruh layanan baik angkutan kota antar provinsi (AKAP) maupun angkutan kota dalam provinsi (AKDP), telah dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang.
Namun khusus untuk AKDP, atau yang lebih familiar dengan angkutan jenis elf, Pemkot Bandung punya kelonggaran kebijakan. Elf masih diizinkan lewat ke Terminal Cicaheum namun dengan persyaratan yang ketat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kadishub Kota Bandung Rasdian mengatakan, elf mendapat kelonggaran setelah Terminal Cicaheum mengalami penutupan. Elf masih bisa melintas tapi syaratnya tidak bisa menaikkan penumpang.
"Jadi, nanti elf yang ada di Cicaheum itu juga akan bergeser ke Leuwipanjang. Tetapi rutenya memang nanti tetap, cuman enggak masuk aja ke Cicaheum," kata Rasdian, Selasa (2/6/2026).
Menurut Rasdian, elf disiapkan dua rute setelah pindah ke Leuwipanjang. Jalur pertama bisa melintasi Jalan Soekarno Hatta lalu ke Moch Toha, masuk tol dan berlanjut hingga ke Garut dan sekitarnya.
"Satu lagi yang lewat eksistingnya sekarang, artinya bisa lewat Peta, kemudian Laswi, Ahmad Yani, ke cicahem. Nah, jadi kesepakatannya maunya yang dari Cicahem itu dia lewat Cicahem aja. Jadi enggak masuk, dia hanya lewat aja," ungkapnya.
"Cuman harus ada perjanjiannya, komitmennya, tidak boleh mengambil penumpang di seputaran jalan itu. Hanya menurunkan saja, supaya nanti tidak ada ada konflik dengan yang angkutan kota," tegasnya.
Kelonggaran kebijakan itu berlaku untuk perjalanan pulang pergi bagi elf. Jadi, meski bisa melintasi Terminal Cicaheum, elf dilarang untuk menaikkan penumpang di lokasi tersebut.
"Tapi kalau dia mau lewat misalnya dari Leuwipanjang terus belok ke Moch Toha langsung ke Garut, itu silakan. Tapi dia kalau lewat sini juga boleh, tapi enggak boleh narik penumpang," katanya.
"Makanya kita hari ini akan bahas lagi terakhir, karena memang dari pihak pimpinan proyek juga sudah dimulai karena sudah terlambat beberapa bulan. Kita juga bantu untuk sosialisasikan khususnya bukan hanya yang terdampak saja, mereka yang jualan tapi masyarakat di situ juga harus tahu bahwa di situ nanti akan dibangun depo BRT," pungkasnya.
(ral/dir)
