Sampah Kembali Menggunung di Pasar Baleendah

Sampah Kembali Menggunung di Pasar Baleendah

Yuga Hassani - detikJabar
Senin, 01 Jun 2026 17:13 WIB
Kondisi sampah di TPS Pasar Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (1/6/2026).
Kondisi sampah di TPS Pasar Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (1/6/2026). (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung -

Tumpukan sampah kembali menggunung di kawasan Pasar Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (1/6/2026). Kondisi tersebut menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu aktivitas warga serta pedagang yang beraktivitas di sekitar pasar.

Pantauan di lokasi menunjukkan sampah menumpuk di depan Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Baleendah. Volume sampah yang terus bertambah membuat tumpukan meluas hingga menutupi sebagian badan jalan menuju dan keluar area pasar.

Sebagian besar sampah yang menumpuk merupakan sisa sayuran, buah-buahan, dan limbah organik dari aktivitas perdagangan di pasar. Kondisi tersebut memunculkan aroma menyengat yang dikeluhkan warga dan pedagang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seorang pedagang, Kodari (50), mengatakan sampah di lokasi tersebut sebelumnya sempat diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti pada akhir April lalu. Namun, dalam sebulan terakhir sampah kembali menumpuk dan belum diangkut.

"Satu bulan lebih kemarin sudah diangkut pas rame-rame sampah, nah sekarang belum. Iuran mah tetep jalan da kalau telat mah beres dagangan," ujar Kodari.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, tumpukan sampah tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga memunculkan belatung yang terkadang masuk ke area kios pemotongan ayam.

"Jadi dari sampah itu ada juga belatung yang kadang masuk ke kios pemotongan ayam," katanya.

Kodari menuturkan sampah saat ini ditumpuk di luar bangunan TPS sehingga memakan sebagian badan jalan. Ia menyebut di dalam TPS terdapat fasilitas pengolahan sampah yang hingga kini belum beroperasi secara optimal.

"Iya, di dalam TPS itu ada alat untuk daur ulang sampah katanya. Tapi sampai saat ini juga belum berfungsi. Tadinya katanya buat pemilahan sampah organik," ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan akses keluar-masuk pasar menjadi terganggu, terutama pada jam-jam sibuk.

"Kalau kami sebagai pedagang ingin ada solusi yang konkret. Kalau pagi-pagi jalan sudah sempit, ditambah sampah yang menutupi hampir setengah jalan," ujarnya.

Ketua Pengelola TPS Pasar Baleendah, Indra Sukoco, membenarkan bahwa sampah di lokasi kembali mengalami penumpukan.

"Informasi di TPS Pasar Baleendah, sampah kembali menumpuk lagi," kata Indra saat dikonfirmasi.

Ia menyebut kondisi saat ini cukup memprihatinkan karena tumpukan sampah hampir menutupi akses jalan di sekitar TPS.

"Kondisinya sudah mau menutupi jalan. Diperkirakan volumenya setara sekitar enam truk tronton," ujarnya.

Menurut Indra, volume sampah akan terus bertambah apabila tidak segera dilakukan pengangkutan.

"Situasi dua hari lalu, pada hari Jumat, sampah sudah menumpuk sekitar enam tronton. Apabila tidak diangkut, setiap hari volumenya terus bertambah," katanya.

Kondisi sampah di TPS Pasar Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (1/6/2026).Kondisi sampah di TPS Pasar Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (1/6/2026). Foto: Yuga Hassani/detikJabar

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Ruli Hadiana, mengakui TPS Pasar Baleendah kembali mengalami penumpukan sampah. Kondisi tersebut diketahui setelah pihaknya melakukan pemantauan ke lokasi.

"Kemarin sudah kami monitor. Keterkaitannya dengan belum optimalnya pengolahan sampah di Pasar Baleendah," ujar Ruli.

Menurut dia, terdapat persoalan internal antara himpunan pedagang pasar dan pengelola TPS yang menyebabkan pengelolaan sampah belum berjalan maksimal.

"Sebenarnya keduanya memiliki niat baik. Namun ketika tempat pengolahan sampah ditutup sementara karena ada mesin biodigester, sampah akhirnya disimpan di luar," katanya.

Ruli juga mengakui masih terdapat berbagai kendala dalam pengelolaan sampah, termasuk kebiasaan sebagian masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

"Mungkin juga ada masyarakat yang sambil berbelanja sekalian membuang sampah. Ditambah ketika hujan, ada yang membuang sampah ke sungai," ujarnya.

Ia menyayangkan kondisi tersebut kembali terjadi, mengingat sebelumnya pemerintah telah mengangkut sekitar 370 ton sampah dari Baleendah ke TPA Sarimukti.

"Sayang sekali, karena sebelumnya kami sudah mengangkut sampai 370 ton sampah dari Baleendah ke Sarimukti," tegasnya.

Ruli menambahkan, pemerintah akan terus mendorong pengelolaan sampah dari sumbernya melalui pemilahan dan pengolahan di tingkat lingkungan.

"Kalau penyediaan TPS3R memang efektif untuk mengurangi sampah, tetapi itu solusi jangka panjang. Yang paling penting, warga mulai memilah sampah dari rumah, kemudian diolah di tingkat RT, RW, hingga desa," pungkasnya.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads