Farhan Semringah Prabowo Beri Karpet Merah Reaktivasi Bandara Husein

Farhan Semringah Prabowo Beri Karpet Merah Reaktivasi Bandara Husein

Rifat Alhamidi - detikJabar
Rabu, 27 Mei 2026 12:30 WIB
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar
Bandung -

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan merespons arahan Presiden Prabowo Subianto soal rencana reaktivitas Bandara Husein Sastranegara. Ia mengaku bersyukur karena rencana tersebut sudah ia tunggu-tunggu selama ini.

Mengutip detikTravel, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan langsung untuk reaktivasi dan optimalisasi komersialisasi sejumlah bandara, di antaranya Bandara Husein Sastranegara di Bandung dan Bandara Adi Sutjipto di Yogyakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk menindaklanjuti arahan langsung Presiden tersebut, Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) Donny Ermawan menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Wamen PPN/Waka Bappenas) RI Febrian Alphyanto Ruddyard di Ruang Kerja Wamenhan, Jakarta, pada Senin (25/5/2026).

"Saya bersyukur sekali, setelah Presiden berkunjung ke Kota Bandung pada tanggal 25 Mei yang lalu, sorenya saya mendapatkan kabar Presiden memberikan instruksi agar reaktivasi Bandara Husein bersama-sama dengan Adisucipto," kata Farhan, Rabu (27/5/2026).

ADVERTISEMENT

"Kita sangat menunggu reaktivasi ini karena bagaimanapun selama ini Bandara Husein bukan ditutup ya, tetapi aktivitas untuk penerbangan komersialnya hanya diizinkan penerbangan komersial berjadwal menggunakan pesawat baling-baling dan tujuannya adalah antarkota di dalam Pulau Jawa," ungkapnya menambahkan.

Selain penataan bandara, pertemuan ini juga membahas proyeksi jangka panjang pembentukan ekosistem industri makro kedirgantaraan melalui konsep Sustainable Aerospace Park di Kertajati, yang mengombinasikan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) komersial dan militer. Kedua pihak sepakat untuk terus mematangkan cetak biru teknokratis serta pola pengelolaan asetnya. Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama untuk segera menggelar rapat koordinasi lanjutan yang lebih intensif bersama kementerian teknis, jajaran TNI Angkatan Udara, serta pihak pemerintah provinsi terkait.

"Nah saya harapkan, tentu Pak Presiden yang telah memberikan perintah kepada Bappenas dan Kemenhan untuk mengkaji. Dan kajiannya ini menunjukkan bahwa potensi penerbangan di Kota Bandung, yang merupakan salah satu subsektor transportasi ini bisa tumbuh kembali," ujarnya.

Meski telah menerima informasi soal wacana ini, Farhan menyatakan penerbangan di Bandara Husein tetap terbatas. Pesawat yang melayani penerbangan tidak bisa berdimensi besar, karena maksimal hanya bisa untuk pesawat baling-baling, 737 hingga A370.

"Kita kan tidak bisa menerima pesawat berbadan lebar. Kita hanya bisa menerima pesawat sekelas 737 A320 gitu. Tapi cukup da Bandung mah sakitu oge. Cukup pisan itu mah," tuturnya.

Meski demikian, sebagai penerima manfaat, Farhan mengaku masih menunggu arahan lebih lanjut soal rencana reaktivitasi itu. Di sisi lain, Pemkot Bandung pun berencana untuk memperbaiki sarana pendukung untuk menunjang kebutuhan operasional Bandara Husein.

"Nah eta belum tahu, pokoknya mah kita siap sedia aja. Kita beresin jalannya dulu sarana prasarana, tempat parkir dan akses yang baik. Mudah-mudahan bisa masuk APBD 2027 doakeun, ya," pungkasnya.

(ral/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads