Dedi Mulyadi Salat Id di Kampung Banjar Perbatasan Jabar-Jateng

Dadang Hermansyah - detikJabar
Rabu, 27 Mei 2026 08:50 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Salat Idul Adha di Masjid Kampung Banjar Perbatasan Jabar-Jateng (Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar)
Banjar -

Suasana Hari Raya Idul Adha di Desa Mekarharja, Kota Banjar, Jawa Barat, mendadak berbeda dari biasanya. Sejak pagi, warga tampak berbondong-bondong menuju Masjid Al Hikmah. Bukan hanya untuk menunaikan salat Id, mereka juga ingin bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi melaksanakan Salat Idul Adha di masjid kecil yang berada di kampung perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah itu, Rabu (27/5/2026).

Sekitar pukul 06.15 WIB, pria yang akrab disapa KDM itu tiba menggunakan mobil Lexus putih. Kehadirannya langsung disambut antusias warga yang telah memadati area masjid sejak pagi.

Usai salat Id, Dedi menyampaikan sambutan di hadapan jemaah. Ia menyapa warga hingga menyoroti berbagai persoalan.

"Sampurasun! Apa kabar? Sudah pada punya daging di rumahnya?" tanya Dedi disambut jawaban kompak warga.

Sehari sebelum Salat Id, Dedi diketahui telah membagikan sekitar 1.661 paket daging sapi kepada warga Desa Mekarharja. Daging itu disebut sebagai sedekah, bukan hewan kurban.

Menurutnya, pembagian lebih awal dilakukan agar masyarakat bisa langsung menikmati daging saat Hari Raya tanpa harus menunggu proses penyembelihan hewan kurban selesai.

"Supaya warga tidak menunggu sapi dipotong sampai siang. Kadang sudah nunggu lama, pas datang tinggal tulangnya saja," ujarnya disambut tawa warga.

Dalam kesempatan ini Dedi Mulyadi mengatakan, pemerintah provinsi kini mulai memprioritaskan pembangunan desa, terutama infrastruktur jalan, memperbaiki rumah warga dan penerangan di wilayah pedesaan. Untuk itu, ia berjanji akan memperbaiki jalan di Desa Mekarharja.

"Orang desa itu paling setia kepada negara, tapi sering paling akhir menikmati pembangunan," ujarnya.

Tak hanya berbicara soal jalan rusak, Dedi juga berjanji akan memperbaiki fasilitas umum di Desa Mekarharja, termasuk mushola tempat dirinya melaksanakan Salat Id.

"Nanti musholanya kita perbaiki. Tidak perlu besar, yang penting nyaman dipakai warga kampung," katanya.

Selain infrastruktur, Dedi turut menyoroti persoalan gaya hidup anak muda. Ia meminta masyarakat mulai mengubah pola hidup konsumtif yang dinilai memberatkan keluarga.

"Giliran bayar sekolah bilang tidak punya uang, tapi HP baru. Motor ada. Jajan setiap hari," katanya.

Ia menilai perubahan perilaku generasi muda dipengaruhi penggunaan telepon genggam dan kendaraan bermotor yang berlebihan.

"Kalau sudah diberi HP dan motor, anak sekarang lebih banyak menunduk ke HP dan menengadah ke motor," ucapnya.

Dedi juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak pinjaman online, rentenir hingga judi online yang menurutnya semakin merusak kondisi ekonomi keluarga.




(yum/yum)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork