DPRD Dukung CKG SMART, Cek Kesehatan di Bogor Kini Serba Digital

DPRD Dukung CKG SMART, Cek Kesehatan di Bogor Kini Serba Digital

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 26 Mei 2026 14:44 WIB
Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil
Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil. (Foto: Istimewa)
Bogor -

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor mendukung peluncuran program inovasi 'CKG SMART' (Cek Kesehatan Gratis) yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Pemerintah Kota Bogor.

Program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menghadirkan layanan deteksi dini kesehatan masyarakat yang mudah, cepat, tepat sasaran, serta terintegrasi secara digital melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil saat menghadiri rapat koordinasi Satgas CKG dan perancangan CKG SMART yang berlangsung di Ruang Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa (26/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"DPRD Kota Bogor sangat mengapresiasi langkah dan inovasi yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Mudah-mudahan sistem ini bisa menjadi database bersama bagi kita untuk melakukan tindakan-tindakan preventif lanjutan," ujar Adityawarman Adil.

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, program bergerak atau senam bersama perlu digalakkan kembali di lingkungan dinas, instansi pemerintahan, hingga sekolah-sekolah demi mewujudkan warga Kota Bogor yang lebih sehat.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A Rachim memaparkan program cek kesehatan gratis di Kota Bogor pada tahun 2025 lalu berhasil mencapai angka 49,2 persen, yang sekaligus menjadi capaian tertinggi di Provinsi Jawa Barat. Memasuki paruh semester pertama tahun 2026, realisasi program ini tercatat sudah menyentuh 21 persen.

Dedie menjelaskan, inovasi CKG SMART didorong agar program ini tidak hanya tinggi secara kuantitas capaian, melainkan juga cerdas (smart) dan terhubung langsung dengan sistem data digital. Rekam medis hasil pemeriksaan nantinya akan disambungkan langsung dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) warga.

"Menjadi dasar kebijakan. Data tersebut akan dijadikan bahan atau landasan bagi Pemerintah Kota Bogor dalam menentukan arah kebijakan di bidang kesehatan agar lebih tepat sasaran. Semakin banyak dan lengkap masyarakat yang memeriksakan kesehatannya, maka basis data kita akan semakin komplit," urai Dedie A Rachim.

Sebagai langkah operasional, dalam rapat koordinasi tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara pihak kecamatan dengan para kepala puskesmas di Kota Bogor.

Pemerintah Kota Bogor berkomitmen melakukan akselerasi capaian pemeriksaan melalui aksi jemput bola ke berbagai sektor. "Petugas kesehatan nantinya akan mendatangi langsung sekolah, rumah warga, posyandu, kampus, kantor-kantor, hingga pondok pesantren dan majelis taklim," katanya.

Meski diintegrasikan secara digital dalam sistem pemerintahan, Dedie menjamin bahwa kerahasiaan data rekam medis pribadi warga akan tetap dijaga ketat. Pemerintah hanya memanfaatkan data agregatnya untuk merumuskan kebijakan.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Erna Nuraena menjelaskan program prioritas jaminan kesehatan gratis ini sejatinya telah berjalan sejak tahun 2025 di 25 puskesmas se-Kota Bogor. Meski mencatatkan rapor hijau di tingkat Jawa Barat, Erna mengakui masih terdapat disparitas atau kesenjangan pencapaian antarkelompok umur dan antarpuskesmas.

Oleh karena itu, melalui integrasi CKG SMART ini, koordinasi lintas sektor akan diperkuat dengan memetakan peran yang jelas dari masing-masing satuan tugas (satgas).

Sebagai tahap awal implementasi prioritas, langkah-langkah operasional terdekat akan segera diterapkan di enam puskesmas percontohan di Kota Bogor sebelum nantinya diaplikasikan secara menyeluruh.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads