Pada 10 Dzulhijjah, umat Islam di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Adha. Salah satu amalan besar untuk dilaksanakan pada hari itu adalah sholat Idul Adha. Tentunya, detikers perlu tahu jadwal pelaksanaan Shalat Idul Adha, dengan mengetahui jam pelaksanaannya agar tak ketinggalan.
Pelaksanaan shalat Idul Adha hukumnya wajib bagi seorang muslim, bagi laki-laki maupun perempuan yang bermukim. Perintah untuk shalat ied Allah robbul alamin firmankan dalam surat Al Kautsar ayat 2.
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dirikanlah shalat dan berqurbanlah (an nahr)." (QS. Al Kautsar: 2). Maksud ayat ini adalah perintah untuk melaksanakan shalat 'ied.
Umumnya pelaksanaan Shalat Idul Adha dilaksanakan di tanah lapang, kecuali ada udzur atau halangan seperti turunnya hujan. Nabi shallahu'alaihi wa sallam pun melaksanakan shalat Ied di lapangan.
Abu Sa'id Al Khudri mengatakan,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَالأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى
"Rasulullah shallalahu 'alaihi wa sallam biasa keluar pada hari raya 'Idul Fithri dan 'Idul Adha menuju tanah lapang."
Kapan Pelaksanaan Shalat Idul Adha
Dikutip dari laman Rumaysho, Ustadz Abduh Tuasikal menyebut mayoritas ulama-ulama Hanafiyah, Malikiyah dan Hambali menjhelaskan bahwa pelaksanaan ied dimulai saat matahari setinggi tombak sampai waktu zawal (matahari bergeser ke barat).
Syaikh Muhammad bin Sholih Al 'Utsaimin dalam Syarh Hadits Al Arba'in An Nawawiyah mengurai, yang dimaksud matahari setinggi tombak itu ialah kira-kira 20 menit setelah matahari terbit.
Sebagai contoh, Bimas Islam Kemenag menetapkan waktu matahari terbit di Kota Bandung yakni pukul 05.46 WIB, maka masuknya waktu shalat yakni sekitar pukul 06.06 WIB. Sementara setelah Subuh hingga matahari terbit, adalah waktu yang terlarang untuk shalat.
Dari 'Uqbah bin 'Amir radhiyallahu 'anhu, ia berkata,
ثَلاَثُ سَاعَاتٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَنْهَانَا أَنْ نُصَلِّىَ فِيهِنَّ أَوْ أَنْ نَقْبُرَ فِيهِنَّ مَوْتَانَا حِينَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ بَازِغَةً حَتَّى تَرْتَفِعَ وَحِينَ يَقُومُ قَائِمُ الظَّهِيرَةِ حَتَّى تَمِيلَ الشَّمْسُ وَحِينَ تَضَيَّفُ الشَّمْسُ لِلْغُرُوبِ حَتَّى تَغْرُبَ
"Ada tiga waktu yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang kami untuk shalat atau untuk menguburkan orang yang mati di antara kami yaitu: (1) ketika matahari terbit (menyembur) sampai meninggi, (2) ketika matahari di atas kepala hingga tergelincir ke barat, (3) ketika matahari akan tenggelam hingga tenggelam sempurna." (HR. Muslim, no. 831).
Tentunya jadwal pelaksanaan shalat Idul Adha ini berbeda-beda waktunya tergantung dari zona waktu atau wilayah. Namun, patokannya tetap sama yakni kurang lebih 20 menit dari waktu matahari terbit.
Perlu digarisbawahi, Rasululllah shalallahu'alaihi wa sallam biasanya mempercepat pelaksanaan shalat Idul Adha. Tujuannya agar orang-orang dapat segera menyembelih kurbannya. Sedangkan shalat Idul Fitri dundur dengan tujuan agar kaum muslimin memiliki kesempatan untuk menunaikan zakat fitri.
Demikian penjelasan kapan waktu shalat Idul Adha, semoga bermanfaat.
(yum/yum)
