Cegah Jalan Rusak, Jalur Papayan-Cikalong Bakal Dipasangi Portal

Cegah Jalan Rusak, Jalur Papayan-Cikalong Bakal Dipasangi Portal

Deden Rahadian - detikJabar
Selasa, 26 Mei 2026 13:30 WIB
Truk over dimensi dan over load melintas di jalan Tasikmalaya
Truk over dimensi dan over load melintas di jalan Tasikmalaya (Foto: Istimewa).
Tasikmalaya -

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya akan memasang portal permanen di ruas Jalan Papayan-Cikalong, Jatiwaras. Kebijakan ini diambil untuk menghentikan kendaraan bertonase berlebih atau ODOL yang kerap melintas dan merusak infrastruktur.

Saat ini, pembatasan sudah berjalan menggunakan portal sementara berupa water barrier. Petugas Dinas Perhubungan berjaga di lokasi untuk menyaring kendaraan berat yang tidak sesuai kapasitas jalan.

Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin membenarkan rencana pemasangan portal permanen tersebut. Ia menyebut kondisi jalan Papayan-Cikalong memang tidak didesain untuk dilalui kendaraan besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Betul, karena kelas jalan Papayan-Cikalong lebarnya hanya sekitar 5,5 meter dengan kontur berkelok dan banyak tanah labil. Maksimal muatan kendaraan hanya sekitar 5 sampai 8 ton. Lebih dari itu sudah masuk kategori ODOL," ujar Cecep pada detikJabar Selasa (25/5/2026).

Menurutnya, memaksakan kendaraan ODOL masuk ke jalur itu berisiko tinggi. Selain mempercepat kerusakan aspal, keselamatan pengguna jalan lain juga terancam.

"Kalau dipaksakan kendaraan ODOL masuk, selain jalan cepat rusak, pengguna jalan lain juga sangat terganggu. Keselamatan semua pengguna jalan harus diutamakan," tegasnya.

Pemkab ingin memastikan jalan tersebut tetap bisa dipakai warga dalam jangka panjang. Karena itu, pengawasan terhadap kendaraan besar akan diperketat.

"Bade kumaha ngajaga kasalametan sareng keawetan jalan upami pengguna jalanna sapertos kieu," kata Cecep sambil memperlihatkan rekaman truk besar melintas.

Dengan adanya portal permanen nanti, kendaraan yang melebihi kapasitas diharapkan beralih ke jalur lain yang lebih memadai. Pemkab berharap langkah ini bisa menekan kerusakan jalan sekaligus mengurangi potensi kecelakaan di kawasan rawan longsor dan tikungan tajam itu.

"Ya kendaraan tonase besar pindah kejalur lain yang lebih memadai. Jalan kita terjaga," pungkas Cecep.

Warga Selatan Tasikmalaya menyambut baik rencana pembatasan kendaraan ODOL di jalur ini. Mereka berharap kualitas jalan dan keselamatan berkendara tetap terjaga.

"Saya dukung kebijakan bupati untuk kebaikan masyarakatmah. Sepakat dengan pembatasan Kendaraan besar, supaya jalan nggak cepat rusak," kata Ujang.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Keluarga Tes DNA untuk Identifikasi Korban Kecelakaan Bus ALS VS Truk"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads