Heboh Kabar Teror Pocong di Garut, Polisi: Hoaks!

Heboh Kabar Teror Pocong di Garut, Polisi: Hoaks!

Hakim Ghani - detikJabar
Selasa, 26 Mei 2026 11:30 WIB
Close up of a computer keyboard with word of hoax on the red button
Ilustrasi hoaks (Foto: Getty Images/iStockphoto/CreativaImages).
Garut -

Belakangan ini, warga Garut dibuat gaduh dengan kabar teror pocong. Setelah ditelusuri oleh polisi, kabar tersebut ternyata bohong belaka.

Kabar mengenai teror pocong di permukiman warga ini menjadi meresahkan setelah sejumlah warganet mengunggah informasinya di media sosial.

"Dihimbau buat warga Garut kata tmn saya sudah beredar pocong gadungan di daerah Garut, katanya sudah ada di Babakan Abid dan Karangpawitan menurut teman saja," tulis pemilik akun @add menyampaikan informasi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warganet lainnya menyebut jika pocong jadi-jadian tersebut melakukan aksi teror ke rumah-rumah warga yang ada di perkampungan warga wilayah Karangpawitan dan Garut Kota, Garut.

Selain menebar aksi teror, para 'pocong gadungan' ini juga dikabarkan melakukan aksi perampokan dan kekerasan.

ADVERTISEMENT

"Tolong viralkan, kejadian sekitar Garut. Dapat info dari teman," ungkap pemilik akun @dka.

Terkait informasi tersebut, pihak kepolisian kemudian melakukan penelusuran. Kasi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adi memastikan jika informasi tersebut adalah hoaks.

"Kami pastikan bahwa informasi tersebut tidak benar," ujar Adi kepada detikJabar, Selasa, (26/5/2026).

Adi menuturkan, dari hasil penelusuran petugas di lapangan diketahui bahwa kabar teror pocong gadungan yang beredar di kalangan masyarakat Garut ini adalah kejadian yang tempo hari berlangsung di Kabupaten Bandung Barat.

"Fakta yang sebenarnya, kejadian tersebut terjadi di Jalan Babakan Garut, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat," ujar Adi.

Adi menambahkan, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Selain itu, Adi juga meminta masyarakat untuk lebih cermat dalam mengamati informasi yang beredar di media sosial.

"Jangan mudah terpancing isu yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Mohon bijak dalam menggunakan media sosial," pungkas Adi.




(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads