Kota Bandung baru saja berpesta merayakan gelar juara Persib setelah memenangkan gelar Super League 2025/2026. Namun setelah euforia tersebut, ada masalah sampah yang belum tertangani secara maksimal.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung Dari mengatakan selama dua hari di akhir pekan, jumlah sampah yang dikumpulkan mencapai 112 ton. Sayangnya, mayoritas timbulan sampah itu berasal dari bekas flare, petasan hingga botol minuman keras.
"Jadi selama dua hari itu ada 112 ton sampah yang kita kumpulan. Walaupun volumenya kecil, tapi bobotnya lumayan ya. Bekas botol, flare sama mercon," kata Darto, Senin (25/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Darto mengungkapkan, 112 petugas sudah dikerahkan untuk membersihkan sampah sisa pesta juara Persib. Mereka mendapatkan tiga karung bekas flare di kawasan Cikapayang dan bekas botol hingga 6 karung di 11 titik di Kota Bandung.
"Dan, itu cukup menonjol, karena tidak biasanya tiga jenis sampah itu muncul di hari-hari biasa," ujarnya.
Sementara di kawasan Jalan Asia Afrika, mayoritas sampah yang dibersihkan merupakan sampah botol dan plastik. Tumbukan sampah itu kata Darto menyebar hingga ke kawasan Jalan Sudirman.
Namun masalahnya, hingga tadi pagi, proses pembersihan sampah tersebut belum mencapai hingga 50 persen. Faktor cuaca tadi pagi menghambat para petugas untuk membersihkan sisa sampah tersebut.
"Sampai dengan tadi pagi jam 5.30 WIB itu belum sampai 50 persen, dan masih terlihat banyak ya di 11 titik itu," pungkasnya.
(ral/sud)
