Beragam peristiwa terjadi di wilayah Bandung Raya dalam sepekan terakhir, kabar kemenangan Persib menjadi penutup manis akhir pekan ini, euforia tidak dirasakan oleh warga Bandung saja tapi juga di seluruh Jawa Barat.
Tidak hanya itu, sejumlah peristiwa yang juga menarik perhatian pembaca juga terupdate dari Kota Cimahi, Kabupaten Bandung dan Bandung Barat, berikut ringkasan berita yang dihimpun detikJabar :
1. Hattrick Persib, Dirayakan Bobotoh se-Jabar
Persib Bandung melakoni laga pamungkas di Super League 2025/2026 dengan menjamu Persijap Jepara, di Stadion GBLA, Kota Bandung, Sabtu (23/5/2026). Maung Bandung gagal menyempurnakan gelar juaranya setelah ditahan imbang 0-0 oleh Persijap Jepara.
Pertandingan ini menjadi laga paling penting bagi Maung Bandung musim ini. Persib hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan diri menjadi juara sekaligus mencatat sejarah sebagai tim yang meraih tiga gelar liga secara beruntun.
Kemenangan ini dirasakan juga oleh Bobotoh di Jawa Barat, kepadatan di pusat kota hingga pesa suar dan yel-yel yang menggema.
Warna merah menyala menghiasi Jalan Gedebage Selatan, Kota Bandung. Cahaya tersebut berasal dari flare yang dinyalakan oleh Bobotoh yang merayakan gelar juara Persib Bandung.
Tak hanya itu, giant flag juga dikibarkan Bobotoh di jalan tersebut. Mereka menari diiringi musik yang diputar melalui pengeras suara di salah satu rumah warga.
Penyalaan flare tersebut merupakan bentuk perayaan atas keberhasilan Persib meraih juara tiga kali berturut-turut.
"Alhamdulillah juara deui (lagi)," kata Nura, salah satu bobotoh ditemui detikJabar di Jalan Gedebage Selatan, Sabtu (23/5/2026).
Euforia juga dirasakan Bobotoh di Cirebon. Malam di Stadion Watubelah, Kabupaten Cirebon, Sabtu (23/5/2026), berubah menjadi lautan biru penuh haru dan euforia.
Ribuan Bobotoh yang sejak sore memadati area stadion akhirnya pecah dalam sorak kemenangan usai Persib Bandung memastikan gelar juara Liga BRI 2025/2026 setelah bermain imbang melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Begitu peluit panjang dibunyikan, suasana nobar langsung meledak. Teriakan 'juara, juara, juara' menggema dari tribun hingga area luar stadion. Ribuan Bobotoh saling berpelukan, melompat kegirangan, dan mengibarkan bendera Persib yang sejak awal pertandingan tak pernah berhenti berkibar.
Sementara itu di Sukabumi, Gempita perayaan gelar juara BRI Super League yang diraih Persib Bandung pecah di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
Usai acara nonton bareng (nobar) di GOR Palabuhanratu dan Mako Polres Sukabumi rampung, ribuan bobotoh tumpah ruah memadati ruas Jalan Siliwangi, Sabtu (23/5/2026) malam.
Pantauan di lokasi, lautan massa beratribut biru menyemut di sepanjang jalan utama. Terlihat para pemotor membelah jalanan sambil mengibarkan bendera kebesaran Persib.
Pemandangan ini disempurnakan dengan sejumlah pengendara lain yang menyalakan flare, membuat suasana di kawasan pesisir ini makin seru, menyala, dan meriah.
Bunyi klakson yang bersahut-sahutan terus mengiringi nyanyian chant kebanggaan Maung Bandung.
Tak hanya itu di Indramayu, Bobotoh di Kabupaten Indramayu larut dalam euforia setelah Persib Bandung memastikan diri meraih gelar juara musim ini.
Perayaan berlangsung meriah usai acara nonton bareng (nobar) laga pamungkas antara Persib Bandung vs Persijap Jepara, di sebuah kafe di kawasan Jalan Pahlawan, Indramayu, Sabtu (23/5/2026) sore.
Skor akhir 0-0. Kedua tim sama kuat, tapi hasil imbang sudah cukup membuat Persib meraih gelar juara musim ini. Sorak sorai pendukung pecah begitu peluit panjang berbunyi. Ribuan Bobotoh yang mengenakan atribut hitam dan biru langsung bernyanyi, menyalakan flare atau suar, hingga melakukan konvoi di sejumlah ruas jalan di pusat Kota Mangga.
Keseruan juga terjadi di Cianjur, Massa Bobotoh Cianjur tumpah ruah memenuhi jalan-jalan protokol merayakan gelar juara ketiga berturut-turut atau hat-trick juara Persib Bandung, Sabtu (23/5/2026).
Begitu peluit panjang ditiup pertanda laga pekan ke-34 berakhir, massa berbaju biru langsung menyemut ke jalanan demi merayakan keberhasilan Maung Bandung merengkuh takhta tertinggi tiga musim beruntun.
Keseruan juga terasa hingga hari ini atau Minggu (24/5/2026), konvoi kemenangan dilakukan tersentral di Bandung Raya. Haturnuhun Persib!!
2. Potongan Kaki Manusia di Bekas Lokasi Longsor Cimahi
Potongan bagian tubuh manusia tepatnya kaki sebelah kiri ditemukan dari lahan eks longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Selasa (19/5/2026) siang.
Potongan kaki dengan jaringan otot yang masih utuh itu ditemukan ketika alat berat yang sedang dioperasikan menata aliran sungai yang muncul usai longsor pada Sabtu, 24 Januari 2026 lalu menggali tanah.
"Ya betul, kami menerima informasi penemuan bagian tubuh manusia, dengan jaringan otot yang utuh di lahan bekas longsor Pasirlangu. Bagian kaki sebelah kiri," kata Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra saat ditemui, Selasa (19/5/2026).
Bagian tubuh itu ditemukan pada kedalaman sekitar satu meter. Dugaannya bagian tubuh itu merupakan milik korban tertimbun longsor yang belum ditemukan sampai masa evakuasi berakhir pada 14 Februari 2026.
"Dugaannya demikian, karena jaringan ototnya masih utuh. Namun untuk memastikan, body part itu kemudian dibawa ke RS Sartika Asih untuk pemeriksaan oleh tim forensik," kata Niko.
Tak cuma bagian tubuh saja, Niko mengatakan alat berat yang beroperasi selama 14 hari untuk penataan aliran sungai juga menemukan sepeda motor yang tertimbun material longsor dengan kedalaman yang sama.
"Jadi ada juga benda lain yang ditemukan, sepeda motor berwarna hitam dengan kondisi sudah sangat rusak tanpa plat nomor. Sepeda motor itu juga kita amankan terlebih dahulu ke Unit Gakkum Satlantas Polres Cimahi," ujar Niko.
3. Jurnalis Asal Kabupaten Bandung Ditahan Israel
Bupati Bandung Dadang Supriatna merespons kabar adanya warga Kabupaten Bandung yang ditahan tentara Israel. Rombongan warga negara Indonesia (WNI) itu diculik saat berlayar dalam misi kemanusiaan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla.
Warga yang diculik tersebut adalah Thoudy Badai Rifan Billah (29), pemuda asal Cicalengka, Kabupaten Bandung. Pria tersebut tengah bertugas meliput misi kemanusiaan dan diculik saat sedang berlayar di laut lepas Mediterania menuju Gaza, Palestina.
Dadang mengecam keras tindakan tentara Israel terhadap warganya tersebut. Terlebih, misi yang dijalankan Thoudy adalah misi kemanusiaan untuk rakyat Palestina.
"Ya, atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung, sangat prihatin dan juga mengecam kepada IDF, atau zionis Israel yang menangkap jurnalis asal Kabupaten Bandung, Thoudy Badai," ujar Dadang, kepada awak media, Kamis (21/5/2026).
Dadang menjelaskan, warganya tersebut tergabung dalam tim kemanusiaan dengan tujuan Gaza, Palestina. Pemkab Bandung pun telah memberikan dukungan moril kepada pihak keluarga.
"Thoudy sedang melaksanakan kegiatan kemanusiaan menuju Gaza. Saya sudah perintahkan kepada Kesbangpol untuk berkunjung ke rumah saudara kita Thoudy Badai Rifanbillah, orang Cicalengka, asli orang Kabupaten Bandung," katanya.
Kabar terakhir, Thoudy akan segera dipulangkan oleh negara Zionis tersebut. Ibunda Ody, Hany Hanifa Humanisa (56), mengatakan keluarga pertama kali menerima kabar pembebasan putranya pada Kamis (21/5/2026).
Setelah itu, mereka akhirnya bisa berbicara langsung melalui panggilan video saat Ody sudah berada di Turki.
"Kita video call langsung dan kabar dari thoudy itu malamnya sekitar jam 9.30 WIB waktu kita," ujar Hany saat ditemui di Pondok Pesantren Husainiyah, Jalan Pamoyanan, Kampung Panenjoan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jumat (22/5/2026).
Menurut Hany, momen tersebut menjadi titik yang membuat keluarga benar-benar percaya bahwa Ody dalam keadaan selamat. Sebelumnya, keluarga hanya memperoleh informasi secara terbatas.
"Itu benar-benar tidak menyangka. Kita bisa yakin bahwa Thoudy selamat karena langsung ngobrol, dengar suaranya, dan lihat wajahnya melalui video call," katanya.
Hany menjelaskan, saat berkomunikasi Ody menggunakan telepon genggam milik salah satu staf Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI). Karena perangkat digunakan bergantian oleh para relawan, percakapan berlangsung singkat dan lebih banyak berisi saling memastikan kondisi masing-masing.
"Jadi cuma say hello, menanyakan kabar. Katanya juga sedang antre, jadi HP itu dipakai untuk semua relawan yang ingin menghubungi keluarganya. Jadi poin-poinnya saja, cuma say hello, nanya kabar, ketawa-ketawa, tidak banyak bicara," jelasnya.
4. Nenek Tewas Dianiaya Adik Kandung
Sebuah insiden memilukan sekaligus mengiris hati terjadi di kawasan Jalan LLRE Martadinata, pusat Kota Bandung. Seorang nenek berusia 80 tahun berinisial JNG, tewas mengenaskan justru di tangan adik kandungnya sendiri.
Lansia tersebut menjadi korban penganiayaan brutal di dalam rumahnya, yang bahkan aksi berdarahnya sempat disaksikan langsung oleh anggota keluarga lain dari balik jendela.
Peristiwa kelam yang merobek keheningan di wilayah Kelurahan Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung pada Senin (18/5) lalu itu bermula saat korban dianiaya hingga kritis. Saat dievakuasi dari lokasi kejadian, JNG ditemukan sudah dalam kondisi bersimbah darah.
Meski pihak keluarga sempat melarikan korban ke salah satu rumah sakit di Kota Bandung untuk mendapatkan pertolongan medis, nyawa wanita renta tersebut pada akhirnya tak tertolong saat sedang menjalani masa perawatan.
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton mengonfirmasi adanya tindak pidana maut yang menelan korban jiwa di lingkup keluarga tersebut.
"Benar telah terjadi penganiayaan yang menyebabkan korbannya meninggal dunia," kata Anton, Kamis (21/5/2026).
Tak butuh waktu lama usai tragedi itu terungkap, pihak kepolisian langsung bergerak mengamankan terduga pelaku.
Mengingat tersangka yang juga berjenis kelamin perempuan itu adalah adik kandung korban, penyidik kini mengambil langkah kehati-hatian dengan mengobservasi kondisi psikologisnya secara intensif.
"Saat ini kita sedang melakukan tes kejiwaan terhadap terduga pelaku, apakah ada kelainan jiwa atau tidak," ujarnya.
5. Hanyut di Sungai Cikapundung, Johan Ditemukan Tak Bernyawa di Batujajar
Johan, lansia yang dilaporkan terbawa arus Sungai Cikapundung di wilayah Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, ditemukan tewas. Jasad pria berumur 56 tahun itu ditemukan di wilayah Bandung Barat.
Dari informasi yang diterima, jasad korban ditemukan Tim SAR Gabugan di kawasan BBWS Sektor 9 Batujajar, Bandung Barat, Sabtu, (16/5) sekitar Pukul 20.00 WIB.
"Tim SAR Gabungan menerima informasi dari warga terkait penemuan jenazah di kawasan BBWS Sektor 9 Batujajar. Tim kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba pada pukul 21.00 WIB untuk melakukan pengecekan terhadap korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).
Dian mengungkapkan, pada pukul 21.30 WIB, Tim INAFIS tiba di lokasi untuk melakukan proses identifikasi awal. Namun identitas korban belum dapat dipastikan sehingga jenazah dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada pukul 23.30 WIB guna dilakukan identifikasi lebih lanjut.
"Pada Minggu, 17 Mei 2026, Tim SAR Gabungan melaksanakan koordinasi bersama pihak INAFIS Polres Cimahi, Biddokes Polda Jawa Barat, dan RSHS Bandung terkait proses identifikasi korban. Pihak keluarga bersama lingkungan setempat kemudian meyakini identitas korban berdasarkan ciri khusus yang dimiliki korban, terutama pada bagian gigi," ungkapnya.
Simak Video "Video Persija Vs Persib: Adam Alis Pahlawan Kemenangan Maung Bandung"
(sya/dir)