Suasana Stadion Olahraga Rakyat (SOR) Kaliki di Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, mendadak ramai pada Minggu pagi (24/5/2026). Ratusan orang turun langsung ke lapangan, bergotong royong memangkas rumput liar, mengangkut sampah, dan membersihkan area yang selama bertahun-tahun terbengkalai.
Kegiatan bertajuk 'Bersih-Bersih SOR Kaliki' ini diinisiasi oleh KONI Kabupaten Tasikmalaya bersama Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Selain sebagai upaya menghidupkan kembali fasilitas olahraga, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk rasa syukur atas keberhasilan Persib Bandung meraih gelar juara Liga 1 untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Ketua KONI Kabupaten Tasikmalaya, Eri Purwantu, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti, tetapi bagian dari upaya mengembalikan fungsi SOR Kaliki sebagai pusat aktivitas olahraga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami dari KONI menginisiasi gerakan pembersihan SOR Kaliki dengan berbagai pihak. Tujuannya agar memang SOR kembali bisa difungsikan. Di sisi lain, kami juga sebagai bentuk tasyakur Persib juara tiga kali beruntun. Semoga prestasinya menular ke tim bola Kabupaten Tasik di Porprov mendatang," ujar Eri saat ditemui detikJabar di lokasi.
Baca juga: Kunci di Balik Three-Peat Persib |
Selama bertahun-tahun, SOR Kaliki disebut tidak terurus dan dipenuhi semak belukar. Kondisi tersebut membuat sejumlah cabang olahraga di Kabupaten Tasikmalaya, terutama sepak bola, kesulitan mendapatkan lapangan latihan yang memadai.
Eri menegaskan, pembersihan ini diharapkan menjadi langkah awal, bukan kegiatan sesaat. Ke depan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar perawatan fasilitas dilakukan secara rutin.
Lapangan tersebut diproyeksikan menjadi pusat latihan utama tim sepak bola Kabupaten Tasikmalaya yang akan tampil pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat mendatang.
"Kami ingin anak-anak kita punya tempat latihan yang layak. Jangan sampai semangat lolos Porprov setelah 33 tahun ini padam karena tidak ada fasilitas," tegas Eri.
Ia juga berharap pencapaian Persib dapat menjadi inspirasi bagi para atlet daerah untuk terus meningkatkan prestasi.
"Prestasi itu menular. Kalau Persib bisa hattrick, kenapa Tasikmalaya tidak bisa berprestasi di Porprov?" katanya.
Sekretaris Umum KONI Kabupaten Tasikmalaya, Nana Sumarna, mengatakan pembersihan SOR Kaliki memang sudah menjadi kebutuhan mendesak. Apalagi setelah tim sepak bola Kabupaten Tasikmalaya berhasil kembali lolos kualifikasi Porprov setelah penantian panjang selama 33 tahun.
"Pertama, ini salah satu fasilitas pemerintah. Kami KONI berkepentingan dengan SOR Kaliki ini. Alhamdulillah, setelah 33 tahun cabor sepakbola kita lolos kualifikasi Porprov. Karena kita tidak punya tempat latihan, jadi dibersihkan. Lapangan ini layak untuk dipakai latihan," kata Nana.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi cara berbeda dalam merayakan keberhasilan Persib menjadi juara.
"Kedua, pesta juara Persib. Hitung-hitung tasyakuran bi nikmat juara Persib. Yang lain konvoi jalanan, kami bersih-bersih," ujar Nana.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pengurus KONI Kabupaten Tasikmalaya, pemerintah daerah, mahasiswa, anggota Polri dan TNI, Banser, komunitas pecinta alam, pegiat lingkungan, hingga masyarakat umum.
Setiap peserta datang membawa peralatan masing-masing, mulai dari mesin pemotong rumput, sabit, karung sampah, hingga kendaraan pengangkut. Dalam beberapa jam, lapangan yang sebelumnya dipenuhi ilalang setinggi pinggang mulai tampak kembali dan siap digunakan.
"Karena ini fasilitas umum, kita babad rumput saja. Alhamdulillah pembersihan bisa selesai," kata Nana.
Inisiatif tersebut mendapat respons positif dari warga sekitar yang berharap SOR Kaliki tidak kembali terbengkalai setelah dibersihkan.
"Saya warga sini, senang sekali ada inisiatif pembersihan SOR. Semoga bersih dan jadi lokasi olahraga warga Tasik," kata Ujang.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Ratusan peserta tampak puas melihat lapangan yang perlahan kembali tertata dan siap difungsikan lagi sebagai ruang olahraga masyarakat.
