Bencana caah dengdeng atau banjir bandang secara tiba-tiba menerjang kawasan wisata Curug Cikaso di Kampung Ciniti, Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Sukabumi.
Air bah yang datang mendadak memicu kepanikan luar biasa dan sempat menyeret sejumlah pengunjung yang tengah berada di bantaran sungai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan rekaman video amatir berdurasi 3 menit 30 detik yang didapatkan detikJabar, aliran sungai berbatu yang semula biasa saja seketika berubah menjadi arus liar berwarna cokelat pekat berlumpur.
Jerit panik dan kumandang takbir bersahutan mengiringi momen menegangkan saat beberapa orang terlihat terombang-ambing berjuang menahan hempasan arus yang kuat.
Kepada media, petugas tollgate Curug Cikaso, Gojal, mengonfirmasi insiden tersebut. Ia menyebut terjangan banjir bandang terjadi pada sore hari dan sama sekali tidak diprediksi karena kondisi sungai sebelumnya sangat aman.
"Kejadian sekitar jam 15.30 WIB. Dari jam 15.00 WIB ke bawah mah air normal," kata Gojal memberi keterangan, Jumat (22/5/2026).
Beruntung, saat kejadian kawasan Curug Cikaso sedang tidak terlalu dipadati wisatawan. Namun, besarnya debit air tetap menyapu beberapa orang yang tidak sempat menyelamatkan diri ke dataran yang lebih tinggi.
"Pengunjung tidak banyak, cuman ada beberapa. Itu yang hanyut warga masyarakat daerah Cikalai, Citaritih, dan anak sekolah kesehatan Ciparay," ungkapnya.
Proses penyelamatan berlangsung dramatis dan berpacu dengan waktu. Dalam rekaman visual, warga sekitar bahu-membahu merespons situasi darurat ini.
Beberapa orang nekat menceburkan diri ke dalam arus, sementara yang lain segera menurunkan perahu-perahu wisata bermesin untuk mengejar korban yang terbawa arus sungai menuju hilir.
Gojal memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden mengerikan ini. Semua korban yang sempat terseret arus berhasil dievakuasi ke tempat aman.
"Alhamdulillah terselamatkan berkat pertolongan Balawista, para sopir perahu, dan pengunjung pengguna sepeda," pungkas Gojal.
(sya/sud)
