Jabar Hari Ini: Misteri Lansia Loncat di Jembatan Cirahong

Jabar Hari Ini: Misteri Lansia Loncat di Jembatan Cirahong

Tim detikJabar - detikJabar
Jumat, 22 Mei 2026 22:00 WIB
Jembatan Cirahong di Kabupaten Ciamis yang dibangun tahun 1893 oleh Pemerintah Hindia Belanda.
Jembatan Cirahong. Foto: Dadang Hermansyah
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat hari ini, Jumat, 22 Mei 2026 dari mulai lansia melompat di Jembatan Cirahong hingga Wagub Jabar imbau Bobotoh tertib saat rayakan kemenangan Persib Bandung.

Berikut rangkuman Jabar hari ini:

⁠Lansia Diduga Lompat di Jembatan Cirahong

Seorang lansia diduga nekat loncat dari Jembatan Cirahong yang berada di perbatasan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya, pagi tadi. Peristiwa tersebut membuat geger warga dan para pengendara yang melintas di kawasan jembatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kerumunan warga yang memadati lokasi sempat membuat arus lalu lintas sepeda motor di Jembatan Cirahong tersendat. Informasi kejadian pun dengan cepat menyebar hingga petugas gabungan dari dua wilayah langsung turun ke lokasi.

ADVERTISEMENT

Anggota kepolisian dari Polres Ciamis dan Polres Tasikmalaya bersama BPBD Ciamis, BPBD Tasikmalaya, Tagana, serta PMI melakukan penanganan dan pencarian di sekitar aliran sungai.

Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Ani Supiani membenarkan adanya laporan dugaan orang bunuh diri di Jembatan Cirahong. Berdasarkan informasi awal, korban diduga jatuh ke sungai dan terbawa arus.

"Laporan awal dari Damkar Ciamis ada dugaan orang bunuh diri dengan cara loncat di Jembatan Cirahong. Informasi sementara korban jatuh ke sungai dan dimungkinkan terbawa arus," ujarnya hari ini.

Sementara itu, seorang pemilik warung di wilayah Manonjaya, Tasikmalaya, bernama Teti Sumiati (51), mengaku sempat melihat pria lansia yang diduga menjadi korban sebelum kejadian.

Menurut Teti, pria tersebut datang seorang diri ke warungnya sekitar pukul 08.00 WIB menggunakan sepeda. Saat itu, pria yang diperkirakan berusia sekitar 71 tahun tersebut membeli roti, dua cokelat, dan satu botol air mineral.

"Belanja roti, Beng-Beng dua, sama Aqua satu. Orangnya sendiri naik sepeda," kata Teti.

Teti menuturkan, pria tersebut sempat berbincang singkat dan mengaku hendak berjalan-jalan menyeberang jembatan. "Dia cuma bilang mau nyeberang dulu, mau jalan-jalan," tuturnya.

Tak lama setelah itu, Teti mendengar kabar adanya dugaan orang loncat dari Jembatan Cirahong. Warga kemudian menemukan kantong plastik berisi jajanan yang diduga milik korban di sekitar jembatan.

Hingga Jumat siang, petugas gabungan masih melakukan pencarian di sekitar aliran Sungai Citanduy untuk memastikan keberadaan korban. Sedangkan sepeda yang ditinggalkan dievakuasi oleh polisi ke Polsek Manonjaya.

Pemuda Sukabumi Ngamuk Rusak Rumah-Bacok Warga

Seorang pria berinisial NY alias D (25) diduga mengamuk sambil membawa golok di Kampung Pamoyanan, Desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi. Akibat kejadian itu, seorang warga mengalami luka bacok dan sebuah rumah rusak dengan kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta.

Kasi Humas Polres Sukabumi Kota Ipda Ade Ruli mengatakan, kejadian bermula saat pelaku mendatangi rumah korban berinisial US (59), seorang buruh tani warga setempat pada Rabu (20/5).

"Pelaku datang ke rumah korban lalu langsung memukul bagian pelipis korban," kata Ade dalam keterangannya hari ini.

Aksi itu kemudian dilerai oleh warga lain berinisial A (38), seorang buruh harian lepas yang saat itu berada di sekitar lokasi. A sempat meminta pelaku pulang untuk meredam situasi.

Namun, pelaku diduga kembali lagi ke lokasi dengan membawa senjata tajam jenis golok. Saat hendak menuju rumah korban, pelaku dicegah dan dirangkul oleh A. Dalam kondisi itu, pelaku diduga mengayunkan golok hingga melukai paha kiri A.

"Korban kedua mengalami luka robek di bagian paha kiri akibat sabetan golok," ujarnya.

Setelah membacok korban, pelaku berlari menuju rumah US. Namun di tengah jalan pelaku disebut terjatuh dan sempat tidak sadarkan diri sebelum akhirnya dibawa pulang oleh keluarganya.

Tak berhenti di situ, sekitar pukul 00.00 WIB pelaku kembali mendatangi rumah korban dan melakukan pengrusakan. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian material sekitar Rp10 juta.

Kasus itu kini ditangani Polsek Kebonpedes. Polisi telah menerima laporan korban, mendatangi tempat kejadian perkara, membuat laporan polisi, serta memeriksa sejumlah saksi.

"Perkara tersebut ditangani dengan dugaan tindak pidana penganiayaan, penganiayaan berencana, perusakan, hingga pencurian dengan pemberatan," tutupnya.

Persib Belum Juara, Bojan: Berhentilah Bicarakan soal Konvoi

Persib Bandung memang hanya berjarak satu poin dari gelar juara Super League 2025/2026. Namun di tengah euforia yang mulai terasa dan berbagai rencana konvoi juara yang ramai dibicarakan, pelatih Persib Bojan Hodak meminta agar hal itu dihentikan.

Bojan secara terbuka mengaku tidak nyaman dengan munculnya pembahasan soal pesta juara sebelum pertandingan terakhir melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5/2026).

Ia mengaku dalam beberapa hari terakhir menerima kiriman berbagai unggahan media sosial yang membahas konvoi dan selebrasi juara. Baginya, semua itu terlalu dini karena Persib belum memenangkan apa pun.

"Sebelum saya bicara soal pertandingan, saya ingin mengatakan sesuatu. Beberapa hari terakhir saya tidak ada di sini, tapi mereka mengirimkan ke saya dan sekarang saya melihat media sosial, dan saya mendengar omong kosong soal konvoi dan semua hal itu," kata Bojan saat sesi pre match press conference hari ini.

Menurut Bojan, pembicaraan soal perayaan sebelum pertandingan justru bisa menjadi bumerang bagi Persib. Ia menyebut ada dua risiko besar jika hal itu terus dibicarakan, yakni lawan yang menjadi lebih termotivasi dan pemain Persib yang bisa kehilangan fokus.

"Menurut saya itu benar-benar tidak masuk akal karena kita belum memenangkan apa pun. Karena kalau kalian terus-terusan menunjukkan hal seperti itu, pertama, kalian akan memotivasi lawan. Kedua, pemain kami bisa kehilangan fokus," ujarnya.

Karena itu, Bojan meminta semua pihak menghentikan pembahasan soal pesta dan konvoi. "Jadi berhentilah membicarakan semua hal soal konvoi itu. Saya tidak peduli dengan konvoi, saya hanya peduli dengan pertandingan besok," tegasnya.

Bojan juga mengingatkan bahwa Persijap bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Ia menilai tim asal Jepara itu sedang berada dalam tren positif dan tetap berbahaya meski sudah memastikan bertahan di kasta tertinggi.

"Dan para pemain harus siap 100 persen karena mereka (Persijap) tampil lebih baik daripada Borneo. Mereka punya beberapa hasil bagus dalam beberapa pertandingan terakhir, jadi mereka jelas berbahaya," katanya.

Bojan juga mengingatkan satu fakta penting yang tidak boleh dilupakan Persib musim ini yakni Persijap jadi satu dari tiga tim yang mampu mengalahkan Persib di putaran pertama. Karena itu, ia meminta agar narasi pesta juara dilupakan.

"Mereka adalah satu-satunya tim yang mengalahkan kami. Memang kami kalah tiga kali musim ini, tapi kami harus benar-benar fokus pada pertandingan ini," katanya.

"Jadi, lupakan dulu soal konvoi," lanjutnya.

Nada serupa juga disampaikan bek Persib Federico Barba. Barba mengaku tidak ikut terbawa suasana euforia yang berkembang di luar lapangan karena bagi pemain, pekerjaan belum selesai.

"Saya tidak merasakan antusiasme itu karena kami belum mencapai apa pun. Jadi saya sangat fokus pada pertandingan ini," ujar Barba.

Barba menilai Persib memang berada di posisi ideal karena nasib juara ada di tangan sendiri. Tapi situasi itu justru membuat fokus menjadi semakin penting.

"Saya pikir bagian terbaiknya adalah sekarang kami berada di posisi yang memang ingin kami capai. Kami ada tepat di momen ini. Semuanya ada di tangan kami sendiri dan kami hanya perlu tetap fokus karena ini akan menjadi pertandingan yang sulit," ungkapnya.

Meski Persib tampil sangat kuat di kandang musim ini, Barba menegaskan pertandingan tidak akan berjalan mudah. Karena itu, ia menyebut seluruh pemain saat ini hanya memikirkan pertandingan melawan Persijap.

"Kami tahu saat bermain di kandang, kami sangat kuat. Itu sudah kami ketahui. Tapi kami akan menghadapi tim yang bagus. Jadi ini akan sulit," ucapnya.

"Dan sekarang saya hanya memikirkan pertandingan ini, apa yang harus kami lakukan, dan sisanya nanti setelah pertandingan. Jadi sejujurnya, saat ini saya tidak peduli dengan hal-hal lain," tutup Barba.

⁠Wagub Jabar: Jangan Ada Sweeping Pelat B

Persib Bandung tinggal selangkah lagi menuju sejarah baru. Menghadapi Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5/2026) sore, Maung Bandung hanya membutuhkan satu poin untuk memastikan diri menjadi juara Super League 2025/2026 sekaligus melanjutkan dominasi di sepak bola nasional.

Antusiasme menyambut kemungkinan pesta juara pun mulai terasa di berbagai penjuru Bandung dan Jawa Barat. Konvoi juara bahkan sudah direncanakan berlangsung pada Minggu (24/5/2026).

Namun di tengah euforia yang semakin besar, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengingatkan Bobotoh agar merayakan dengan tertib dan tidak mengulang kejadian-kejadian yang merugikan.

Erwan meminta seluruh masyarakat menyambut momen ini dengan rasa syukur, bukan dengan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

"Saya mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Bandung dan Jawa Barat para bobotoh dimana pun berada kita syukuri Persib juara ini dengan penuh suka cita, dengan dengan rasa syukur, tidak ada aksi aksi yang merugikan diri sendiri dan juga orang lain," kata Erwan hari ini.

Menurutnya, jika Persib benar-benar berhasil mengunci gelar, maka fokus perayaan harus diarahkan pada kebahagiaan bersama, bukan pelampiasan emosi di jalanan.

"Kita sudah insyaallah juara, tinggal syukuri jangan sampai ada perusakan, tidak ada lagi aksi aksi sweeping," tegasnya.

Erwan secara khusus menyoroti potensi tindakan sweeping kendaraan yang selama ini kerap muncul saat euforia sepak bola. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi tindakan menghentikan kendaraan ataupun merusak kendaraan hanya karena berasal dari luar daerah.

"Persaingan hanya 90 menit di lapangan. Jadi jangan ada aksi sweeping kendaraan, perusakan kendaraan di jalanan," ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menilai seseorang hanya dari pelat nomor kendaraan. "Karena belum tentu yang menggunakan kendaraan plat luar Bandung ini mereka bukan orang Bandung, banyak orang Bandung saya juga punya plat B," katanya.

Erwan menilai tindakan merusak kendaraan karena identitas pelat nomor tidak bisa dibenarkan dalam situasi apa pun.

"Jadi jangan berbuat anarkis, mungkin saja itu saudara kita. Karena melihat plat B, dipukul kacanya atau ditendang," lanjutnya.

Bahkan jika ada pendatang dari luar daerah yang datang ke Bandung saat momen perayaan, Erwan meminta masyarakat tetap menunjukkan sikap sebagai tuan rumah yang baik.

"Sekalipun warga Jakarta yang datang ke sini ya mereka kan tamu, jadi kita sebagai tuan rumah harus menyambut mereka, harus berbuat baik kepada tamu. Belum tentu mereka juga pendukung timnya di sana. Banyak orang Jakarta juga yang menjadi bobotoh yang yang mendukung Persib," ucapnya.

"Jadi tolonglah kita jaga kekondusifan Jawa Barat ini dengan sebaiknya," tutup Erwan.

(wip/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads