Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM menyatakan marinir Amerika Serikat mencegat sebuah kapal tanker minyak berbendera Iran sebelum akhirnya melepaskannya dan memerintahkan kapal tersebut mengubah haluan.
Dilansir Al Arabiya, Kamis (21/5/2026), CENTCOM menyebut militer AS sejauh ini telah mengalihkan 91 kapal untuk memastikan kepatuhan terhadap blokade yang diberlakukan Washington bulan lalu.
Insiden itu terjadi pada Rabu (20/5/2026) waktu setempat. Marinir AS dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 menaiki kapal tanker M/T Celestial Sea yang diduga mencoba melanggar blokade Amerika Serikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut CENTCOM, kapal tanker tersebut sedang berlayar menuju pelabuhan di Iran.
"Pasukan Amerika melepaskan kapal tersebut setelah melakukan penggeledahan dan mengarahkan awak kapal untuk mengubah haluan," kata CENTCOM dalam pernyataannya.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran hingga kini masih berlangsung. Kedua negara terus saling melontarkan ancaman, sementara Israel menyatakan militernya berada dalam kondisi siaga menghadapi potensi perang.
Kepala Angkatan Darat Israel, Eyal Zamir, mengatakan militer Israel berada pada tingkat kesiapan tertinggi di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington.
"Saat ini, IDF (militer) berada pada tingkat siaga tertinggi dan siap untuk setiap perkembangan," kata Zamir dalam pertemuan seluruh komandan divisi, seperti dilansir AFP, Rabu (20/5/2026).
Sebelumnya, Garda Revolusi Islam Iran juga memperingatkan bahwa konflik di Timur Tengah dapat meluas apabila Amerika Serikat dan Israel melanjutkan serangan terhadap Iran.
"Jika agresi terhadap Iran diulangi, perang regional yang dijanjikan kali ini akan meluas jauh keluar kawasan, dan serangan dahsyat kami akan menghancurkan Anda," kata Garda Revolusi dalam pernyataan di situs Sepah News, seperti dilansir AFP.
Peringatan itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan Washington dapat kembali menyerang Iran apabila tidak tercapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik dalam beberapa hari mendatang.
Amerika Serikat dan Iran diketahui terus bertukar proposal untuk mengakhiri perang yang pecah sejak 28 Februari 2026. Meski gencatan senjata telah berlaku sejak 8 April, ketegangan kedua pihak masih terus meningkat.
Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini.
(ita/sud)
