Kabupaten Bandung menjadi daerah penyumbang angka perceraian tertinggi di Jawa Barat pada tahun 2025 berdasarkan data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar per 9 Februari 2026.
Dari data tersebut, angka perceraian di Kabupaten Bandung mencapai 7.974 kasus, disusul Kabupaten Indramayu dengan 7.894 kasus, Kabupaten Cirebon 6.833 kasus, Kabupaten Bogor 6.556 kasus, Kabupaten Garut 6.288 kasus, Kota Bandung 5.753 kasus, dan Kabupaten Cianjur 4.779 kasus.
Selanjutnya, Kabupaten Tasikmalaya mencatatkan 4.421 kasus, Kabupaten Majalengka 3.986 kasus, Kabupaten Bekasi 3.984 kasus, Kabupaten Sumedang 3.983 kasus, Kabupaten Subang 3.806 kasus, Kota Bekasi 3.798 kasus, Kabupaten Karawang 3.762 kasus, Kabupaten Bandung Barat 3.439 kasus, Kabupaten Sukabumi 3.098 kasus, dan Kabupaten Ciamis 2.993 kasus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, Kota Depok 2.958 kasus, Kabupaten Kuningan 2.436 kasus, Kabupaten Purwakarta 2.013 kasus, Kota Tasikmalaya 1.740 kasus, Kota Bogor 1.597 kasus, Kabupaten Pangandaran 1.340 kasus, Kota Cimahi 1.080 kasus, Kota Sukabumi 956 kasus, Kota Cirebon 737 kasus, dan Kota Banjar 699 kasus.
Sementara itu, angka pernikahan tertinggi ditempati Kabupaten Bogor dengan 30.731 pasangan, Kabupaten Bandung 25.785 pasangan, Kabupaten Garut 20.739 pasangan, Kabupaten Cirebon 16.391 pasangan, Kabupaten Cianjur 15.117 pasangan, Kabupaten Sukabumi 15.100 pasangan, Kabupaten Bekasi 14.363 pasangan, Kabupaten Indramayu 14.000 pasangan, dan Kota Bandung 13.565 pasangan.
Disusul Kabupaten Tasikmalaya 12.922 pasangan, Kabupaten Karawang 12.276 pasangan, Kota Bekasi 11.592 pasangan, Kabupaten Bandung Barat 10.938 pasangan, Kabupaten Subang 9.926 pasangan, Kabupaten Majalengka 8.873 pasangan, Kabupaten Ciamis 8.596 pasangan, Kota Depok 8.575 pasangan, Kabupaten Sumedang 8.245 pasangan, Kabupaten Kuningan 7.287 pasangan, Kabupaten Purwakarta 5.961 pasangan, Kota Bogor 5.510 pasangan, Kota Tasikmalaya 4.388 pasangan, Kabupaten Pangandaran 3.110 pasangan, Kota Cimahi 2.951 pasangan, Kota Cirebon 1.949 pasangan, Kota Sukabumi 1.905 pasangan, dan Kota Banjar 1.324 pasangan.
(wip/sud)
