Sekolah Maung Bikin Bingung Ortu dan Pelajar di Cimahi

Sekolah Maung Bikin Bingung Ortu dan Pelajar di Cimahi

Whisnu Pradana - detikJabar
Rabu, 20 Mei 2026 17:00 WIB
sosialisasi Sekolah Maung di Cimahi
sosialisasi Sekolah Maung di Cimahi (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Cimahi -

Flori diantar sang ayah ke SMK Negeri 1 Cimahi. Siswa kelas IX SMP Negeri 6 Cimahi itu hendak mencari informasi soal pendaftaran peserta didik baru (PPDB) ke sekolah yang jadi favorit sejak lama.

Bocah 15 tahun itu bergerak lebih awal. Apalagi ada perubahan status pada SMKN 1 Cimahi, yang di tahun ini menjadi salah satu dari sekian banyak Sekolah Maung gagasan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Di Kota Cimahi, ada dua Sekolah Maung, selain SMKN 1 Cimahi ada pula SMAN 3 Cimahi.

Flori dan ayahnya tak punya informasi apapun soal Sekolah Maung. Terlebih dari sekolahnya saat ini, sama sekali tak ada sosialisasi soal Sekolah Maung. Mereka yang hendak melanjutkan ke Sekolah Maung, diminta bergerak secara mandiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya sekarang cari informasi, kebetulan saya kan memang niatnya melanjutkan sekolah ke SMKN 1 Cimahi. Ternyata sekarang jadi Sekolah Maung, jadi ada persyaratan khusus buat mendaftar," kata Flori saat ditemui, Rabu (20/5/2026).

ADVERTISEMENT

Setelah mendapatkan informasi singkat, ia baru tahu jika Sekolah Maung hanya menerima pendaftar dari jalur prestasi akademik dan non-akademik. Kemudian pendaftaran dimulai lebih awal ketimbang PPDB sekolah reguler.

"Jadi yang kesini cuma bisa jalur prestasi akademik dan non-akademik. Saya memang ingin banget ke sini, jadi mau coba lewat jalur nilai rapor. Informasinya pendaftaran buka 29 Mei," kata Flori.

Sementara itu, Riki Gunawan, orangtua siswa yang hendak mendaftarkan anaknya ke SMKN 1 Cimahi terpaksa meluangkan waktu mencari informasi soal Sekolah Maung. Ia sendiri sama sekali tak punya informasi apapun.

"Ya anak kan ingin sekolah kesini, ternyata tadi malam saya cari-cari informasi ini jadi Sekolah Maung. Saya cuti kerja hari ini, demi tanya-tanya informasinya. Kebetulan sekarang lagi ada sosialisasi Sekolah Maung," kata Riki.

Beberapa hal yang membuatnya kebingungan yakni pendaftaran Sekolah Maung dibuka tanggal 29 Mei lewat jalur prestasi akademik dan non-akademik. Sementara persyaratan pendaftaran dari SMP sang anak baru diterima di tanggal 10 Juni.

"Itu salah satu yang bikin bingung, saya kan ingin tahu bagaimana solusinya. Jadi jangan akhirnya orangtua dan anak yang kebingungan soal syarat dan tata cara pendaftaran, pihak SMP harus bisa menjelaskan dan kasih solusi," kata Riki.

Ia berharap ada penjelasan lebih jelas atas segala kekhawatiran orangtua menghadapi PPDB Sekolah Maung.

"Harusnya sosialisasi lebih masif lagi, kalau perlu KDM yang datang langsung masih penjelasan supaya skema Sekolah Maung ini jelas. Jujur saya sekarang bingung dan pusing cuma buat anak bisa lanjut sekolah ke sekolah yang dia mau," tutur Riki

Kepala SMKN 1 Cimahi, Agus Priyatmono mengatakan pihaknya saat ini harus melaksanakan kebijakan usai penunjukan sekolahnya menjadi Sekolah Maung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

"Ya kami sudah ditunjuk menjadi Sekolah Maung dan harus kami laksanakan. Sekarang kami utamakan bagaimana mensosialisasikan program ini seluas-luasnya terhadap masyarakat," ujar Agus.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads