Kepesertaan BPJS Kesehatan Diusulkan Jadi Syarat Baru Masuk Perguruan Tinggi

Kepesertaan BPJS Kesehatan Diusulkan Jadi Syarat Baru Masuk Perguruan Tinggi

Rifat Alhamidi - detikJabar
Rabu, 20 Mei 2026 12:21 WIB
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar).
Bandung -

BPJS Kesehatan tengah merancang kebijakan bagi calon mahasiswa baru. Sebelum mendaftar dan diterima di perguruan tinggi, calon mahasiswa tersebut diwajibkan memiliki kartu kepesertaan BPJS Kesehatan yang aktif.

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito usai acara di Unpad Dipatiukur, Kota Bandung. Saat ditanya awak media, ia mengaku kebijakan tersebut telah ditembuskan ke kementerian terkait.

"Pastinya itu. Kita sedang bersurat ke Kemendikbud untuk bisa ber-MoU dan memohon persetujuan untuk bagaimana, apabila mahasiswa baru mendaftar kepada universitas, BPJS-nya harus aktif," katanya, Rabu (20/5/2026).

Ia mengatakan, kebijakan tersebut juga sudah didiskusikan dengan Rektor Unpad. Ada sejumlah alasan yang menjadi pertimbangan mengapa kebijakan ini nantinya akan diterapkan.

"Dan saya rasa nanti saya sudah diskusi dengan Pak Rektor. Pak Rektor juga bersetuju," ujarnya.

Menurutnya, kepesertaan BPJS Kesehatan bagi calon mahasiswa baru akan memberikan perlindungan. Sehingga nanti, terutama bagi mahasiswa yang merantau jauh dari tempat asalnya, mereka bisa mendapat perlindungan kesehatan.

"Dan lebih menguntungkan apabila mahasiswanya punya jaminan kesehatan selama kuliah, terutama mereka yang pindah-pindah tempat atau dari luar kota," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Catatan Dewas: 58,32 Juta Kepesertaan BPJS Tercatat Nonaktif"
[Gambas:Video 20detik]
(ral/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads