Malam itu suasana kampung yang sepi mendadak riuh. Suara dentuman keras terdengar di samping rumah salah satu warga Kampung Nagrog, Desa Sukakarsa, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya.
Salah seorang warga, Nurdiani yang paling dekat mendengar suara sangat kencang. Dia bergegas keluar rumah. Lampu senter kecil menemaninya.
Tak lama berselang warga lain keluar rumah menahan rasa penasaran yang sama. Mereka akhirnya berjalan menuju sumber suara. Lampu senter disorot ke bawah sumur. Kagetnya warga, seekor kerbau dalam keadaan terperosok di sumur sedalam lebih dari 12 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Malam yang gelap ditambah peralatan minim membuat evakuasi kerbau tertunda hingga keesokan harinya.
"Kronologinya saat mau tidur terdengar suara keras, pas dilihat kerbau masuk sumur. Saya bangunin orang juga kejadiannya Jumat Malam (15/4)," kata saksi mata Nurdiani kepada detikjabar, Senin (18/5/2026).
Proses evakuasi berlangsung dramatis keesokan harinya. Tanpa alat berat dan petugas rescue, puluhan warga mengangkat kerbau memakai tali tambang. Beberapa bilah bambu juga dipakai untuk menahan tubuh kerbau agar tidak kembali jatuh ke dalam sumur yang sempit.
Evakuasi berlangsung sekitar 17 jam setelah kerbau masuk sumur. Sayangnya, kerbau sudah mati saat diangkat ke darat.
"Kerbaunya mati kecebur kan malam diangkat, siangnya jam dua belasan," kata Nurdiani.
Kerbau itu rencananya akan dikurbankan saat Idul Adha 1447 Hijriah, 27 Mei mendatang. Pemilik mengaku heran karena hewan itu sebelumnya diikat kuat dan kandangnya jauh dari lokasi sumur.
"Saya janggal aja pak kan kerbau teh diikat di bambu kuat banget, kok bisa masuk sumur dan kan jaraknya jauh," ujar Sivi, anak pemilik kerbau.
Lubang sumur tempat kerbau untuk kurban terperosok di Tasikmalaya Foto: Deden Rahadian/detikJabar |
Jarak kandang ke sumur disebut lebih dari satu kilometer. Warga menduga kerbau lepas dan berjalan jauh sebelum akhirnya terjatuh.
Meski kecewa, keluarga korban tetap berniat melanjutkan ibadah kurban.
"Semoga ada rezekinya mau tetap kurban yah, niatnya sudah kuat," kata Sivi.
Pada hari yang sama, warga kemudian bergotong royong membersihkan sumur agar air bisa kembali dipakai. Peristiwa ini juga menjadi pengingat warga agar lebih berhati-hati menjaga hewan kurban jelang Idul Adha.
(yum/yum)

