Pesisir Pangandaran era pemerintahan Belanda sudah menjadi destinasi wisata. Kawasan ini bahkan sering dipromosikan dalam surat kabar terbitan era Hindia Belanda.
Selain itu, rute perjalanan menuju Pangandaran sudah tidak asing lagi bagi wisatawan kala itu. Hal ini sebagaimana dilihat detikJabar dalam koran Belanda bertajuk Oost-Preanger yang terbit tahun 1923 dengan judul "Badhotel., Pangandaran".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam tulisan itu, seorang penulis yang tidak dicantumkan namanya memuat laporannya di bagian bawah halaman. Keterangan dalam tulisan tersebut menyatakan bahwa Pangandaran merupakan tempat terbersih di Pantai Selatan Jawa.
Penulis pun mendeskripsikan rute menuju Pantai Pangandaran saat jalur kereta api Banjar-Pangandaran masih aktif beroperasi.
Panduan waktu itu dinarasikan seperti ini: dapat diakses dengan kereta api dan sepenuhnya dengan mobil dari Banjar, dari Cilacap dengan perahu motor melalui Kinderzee melewati Nusakambangan dan desa-desa di atas tiang di hulu sungai ke Kalipucang dengan koneksi langsung ke kereta api ke Pangandaran. Perjalanan kereta api ini disebut sebagai yang paling megah di Jawa dalam hal keindahan alam, terowongan, dan konstruksi jembatan.
Koran Belanda 1932/delpher Foto: Koran Belanda 1932/delpher |
Cagar alam dan taman hewan yang terletak di antara Teluk Dirk de Vries dan Teluk Maurits berada di dekat hotel. Selain pantai yang luas dan laut yang tenang, terdapat pula gua-gua serta atraksi lainnya. Akomodasi liburan ini dinilai tenang, sehat, serta menyenangkan untuk semua usia dengan harga terjangkau dan makanan enak.
Surat dan informasi lebih lanjut dapat ditujukan kepada Administrator Pangandaran (Banjar). Dalam keterangan surat kabar itu, dipaparkan secara detail jalur menuju Pantai Pangandaran yang melewati Banjar dan Kalipucang. Wisatawan bisa menikmati suasana indah dari atas Jembatan Kereta Cikacepit hingga terlihat Pulau Nusakambangan.
Dalam catatan itu, disertakan pula panorama alam yang kini menjadi kawasan TWA Cagar Alam saat kondisinya masih sangat asri.
Tulisan tersebut membuktikan bahwa Pangandaran telah lama menjadi tujuan wisata. Meski demikian, kondisi kebersihan lingkungan pesisir Pangandaran saat ini masih menjadi sorotan persoalan sampah dan limbah.
(sud/sud)

