Suasana menjelang magrib di rumah Dendis Yudistira mendadak berubah menegangkan. Warga Dusun Desa, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis itu tak pernah menyangka akan berhadapan langsung dengan seekor ular sanca berukuran jumbo di belakang rumahnya, Jumat (15/5).
Saat itu, Dendis hendak membuang sampah seperti biasa. Namun langkahnya langsung terhenti ketika seekor ular sanca sepanjang sekitar 3,5 meter tiba-tiba melintas di hadapannya.
Rasa kaget dan panik pun tak bisa disembunyikan. Apalagi ular berukuran besar tersebut bergerak menuju tumpukan kayu yang berada di belakang rumah lalu bersembunyi di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena khawatir membahayakan keluarga dan warga sekitar, Dendis akhirnya memilih meminta bantuan petugas pemadam kebakaran. Tak lama setelah menerima laporan sekitar pukul 17.48 WIB, tim UPTD Damkar Ciamis langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
Kabid Damkar Dinas Satpol PP Kabupaten Ciamis Budi Rahmat membenarkan adanya evakuasi ular sanca di wilayah Kecamatan Cijeungjing tersebut.
"Petugas menerima laporan dari warga terkait kemunculan ular sanca berukuran besar di belakang rumah. Karena dikhawatirkan membahayakan, tim langsung melakukan penanganan," ujarnya kepada detikJabar, Sabtu (16/5/2026).
Menurut Budi, ular jenis Malayopython reticulatus itu ditemukan bersembunyi di bawah tumpukan kayu. Petugas harus melakukan evakuasi dengan hati-hati agar ular tidak menyerang maupun melarikan diri ke permukiman warga lainnya.
Petugas Damkar Ciamis mengevakuasi ular sanca ukuran jumbo yang memasuki permukiman warga. Foto: Istimewa |
"Alhamdulillah proses evakuasi berjalan aman dan ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban," katanya.
Evakuasi dilakukan oleh personel Damkar Ciamis menggunakan satu unit kendaraan pancar. Setelah sekitar setengah jam penanganan, ular akhirnya berhasil ditangkap dan diamankan petugas.
Budi menuturkan, kejadian ular masuk ke rumah warga bukan lagi hal baru. Dalam beberapa waktu terakhir, petugas Damkar hampir setiap hari menerima laporan serupa dari berbagai wilayah di Kabupaten Ciamis.
Menurutnya, kemunculan ular di area permukiman bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari perubahan habitat hingga ketersediaan sumber makanan.
"Biasanya ular mencari tempat yang lembap, dekat sumber air, atau area yang banyak semak dan tumpukan barang. Karena itu masyarakat perlu lebih waspada," jelasnya.
Ia juga mengimbau warga agar tidak mencoba menangkap ular sendiri karena berisiko membahayakan keselamatan.
"Kalau menemukan ular atau hewan liar lainnya, segera hubungi petugas Damkar. Kami siap membantu kapan saja dan layanan ini tidak dipungut biaya," pungkasnya.
(dir/dir)

