Insiden orang hanyut di aliran Sungai Cikapundung, Kota Bandung, kembali berulang. Lokasinya pun sama, yakni di bawah Pesantren Nurul Huda, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/5) kemarin sekitar pukul 16.35 WIB.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana mengatakan, korban diketahui bernama Johan (56). Korban diduga terbawa arus Sungai Cikapundung saat sedang membersihkan alat tukang di pinggiran sungai sekitar pukul 16.35 WIB.
"Menurut keterangan saksi di lokasi, korban sedang membersihkan peralatan kerja di sekitar aliran Sungai Cikapundung. Saat itu kondisi debit air meningkat akibat curah hujan tinggi sehingga korban terpeleset dan terbawa arus. Kejadian berlangsung cepat sehingga saksi tidak sempat memberikan pertolongan," kata Ade dalam keterangan resmi, Jumat (15/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kantor SAR Bandung bersama tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian korban menggunakan rescue car double cabin yang dilengkapi perlengkapan SAR air, alat komunikasi, serta APD personal.
"Kami akan berupaya maksimal bersama seluruh unsur SAR gabungan dalam pelaksanaan pencarian korban. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air sungai di tengah curah hujan yang masih tinggi," ungkapnya.
Pencarian korban dilanjutkan pada Jumat (15/5/2026) pagi. Komandan Tim SAR Gabungan, Ikhwan mengatakan, penyisiran dilakukan mulai dari kawasan Pesantren Nurul Huda hingga kawasan Asia Afrika.
Tim pertama melakukan pencarian dari lokasi kejadian hingga Teras Cikapundung. Sementara tim kedua bergerak dari Teras Cikapundung menuju Sumur Bandung, dan tim ketiga dari Sumur Bandung menuju kawasan PLN Bandung di Jalan Asia Afrika.
"Sampai saat ini karena sungainya dangkal, peralatan kita menggunakan river boat dari rekan-rekan potensi SAR. Kemudian juga penyusuran manual, penyisiran sungai di darat," ujarnya.
Menurutnya, aliran sungai yang menyusut menjadi kendala dalam pencarian. "Sampai saat ini hambatannya dangkalnya sungai, terus akses jalan menuju area pinggir Cikapundung juga masih jadi hambatan buat kami," pungkasnya.
Kejadian orang hanyut di aliran Sungai Cikapundung bukan pertama kali terjadi. Pada Maret 2024 lalu, tiga orang santri Ponpes Nurul Huda yakni Liyan Daihaki (15), Rizal (15), dan Rizky (15) dilaporkan hanyut saat sedang mandi di aliran sungai tersebut. Mereka terbawa arus sungai karena debit air tiba-tiba naik.
Simak Video "Video: Balita di Bali Terseret Banjir, Ditemukan Tewas Sejauh 6 Kilometer"
[Gambas:Video 20detik]
(wip/mso)
