Brutal! 2 Satpam Dikeroyok 8 Siswa yang Terpergok Merokok di Sekolah

Kabar Regional

Brutal! 2 Satpam Dikeroyok 8 Siswa yang Terpergok Merokok di Sekolah

Abdy Febriady - detikJabar
Kamis, 14 Mei 2026 18:57 WIB
Tangkapan layar siswa dikeroyok siswa di Polman.
Tangkapan layar siswa dikeroyok siswa di Polman. (Dok. Istimewa)
Polewali -

Delapan orang siswa yang terpergok merokok dan panjat pagar sekolah, mengeroyok dua satpam SMK 1 Polewali, Sulawesi Barat (Sulbar).

Kedelapan siswa itu sempat dibawa ke ruangan bimbingan konseling (BK) sebelum akhirnya mengeroyok satpam berinisial MR (24) dan MS (28).

"Sudah ada nama-nama kita miliki, kalau tidak salah ada 8 orang," ujar Kepala SMK 1 Polewali, Mustari kepada wartawan melalui sambungan telepon, Kamis (14/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mustari mengatakan sebelum terjadi pengeroyokan, siswa yang ketahuan merokok dan memanjat pagar sempat dibawa ke ruang BK. Para siswa kemudian diminta menulis nama-nama temannya yang kerap merokok dan memanjat pagar sekolah.

"Itu waktu dimasukkan ke BK disuruh membuat surat (daftar) kelompok. Jadi sudah ada nama-nama yang mereka tulis, berarti pelaku utamanya mereka, karena itulah nama yang ditulis," terang Mustari.

ADVERTISEMENT

Meski begitu, Mustari belum menjatuhkan sanksi terhadap para siswa yang diduga terlibat pengeroyokan. Pihak sekolah menunggu hasil pertemuan dengan orang tua siswa pelaku pengeroyokan di Polres Polman, pada Senin (18/5) mendatang.

"Belum ada sanksi, kita menunggu hasil di kantor polisi karena Insyaallah hari Senin kami akan dipertemukan semua dengan orang tua anak (siswa), entah bagaimana keputusannya kita menunggu hasil di kantor polisi," bebernya.

Siswa yang Mengeroyok Satpam Diduga Berulang Kali Melanggar

Mustari menambahkan siswa yang diduga terlibat pengeroyokan telah berulang kali melakukan pelanggaran hingga berurusan dengan guru BK. Dia mengaku kewalahan membina para siswa tersebut karena kerap melawan guru.

"Ini anak-anak memang banyak pelanggarannya, malas juga, sudah pernah dipanggil orang tuanya. Tinggal mau disampaikan kepada orang orang tuanya, mungkin mereka ada cara atau solusi untuk menangani anaknya. Karena kalau di sini (SMK 1 Polewali) tidak bisa bagus (pelaku), na lawan ki," ungkapnya.

Diketahui, pengeroyokan itu terjadi di sekitar sekolah tepatnya di Jalan Pemuda, Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, Selasa (12/5) sekira pukul 15.30 Wita. Salah satu korban awalnya melakukan patroli di lingkungan sekolah setelah jam pulang.

"Berawal ketika seorang satpam (korban) menegur beberapa siswa yang memanjat pagar dan merokok di lingkungan sekolah," kata KBO Sat Reskrim Polres Polman, Iptu Iwan Rusmana kepada wartawan, Rabu (13/5).

Iwan menduga siswa yang ditegur tidak terima hingga merencanakan pengeroyokan terhadap korban. Para siswa itu sengaja berkumpul menunggu korban setelah jam pulang sekolah.

"Kemungkinan para korban tidak menerima teguran tersebut, sehingga mereka merencanakan untuk menunggu satpam tersebut saat pulang sekolah," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di detikSulsel. Baca selengkapnya di sini.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads