Cara Rita Nikmati Long Weekend di Bandung, Main Gratis Bareng Cucu

Cara Rita Nikmati Long Weekend di Bandung, Main Gratis Bareng Cucu

Nur Khansa Ranawati - detikJabar
Jumat, 15 Mei 2026 07:30 WIB
Suasana di Taman Monumen Perjuangan (Monju) Kota Bandung pada libur long weekend Mei 2026
Suasana di Taman Monumen Perjuangan (Monju) Kota Bandung pada libur long weekend Mei 2026 (Foto: Nur Khansa Ranawati/detikJabar)
Bandung -

Cuaca Kota Bandung yang tengah panas terik tak menyurutkan semangat Rita (53) untuk menerjang lalulintas Kopo menuju pusat Kota Bandung, Kamis (14/5/2026). Sedari kemarin, dua orang cucunya telah menagih waktu bermain bersama karena libur panjang telah dimulai.

Taman Monumen Perjuangan Jawa Barat yang terletak persis di sebrang Lapang Gasibu menjadi pilihan. Di sana, kedua cucu perempuannya yang masih duduk di bangku TK dan Sekolah Dasar bisa bebas memilih aneka wahana permainan yang tersedia cuma-cuma.

Ketika ditemui detikJabar, Rita tengah duduk bersantai sambil membuka e-commerce lewat ponselnya. Sembari bersandar pada dinding, matanya tetap mengawasi kedua cucunya yang tengah berlarian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau libur biasanya cucu nagih, ayo main. Biar ekonomis jadi pilih yang dekat-dekat saja, ke taman," ungkap Rita.

Bila ada rezeki lebih, ia mengatakan, ia dan keluarganya sesekali meluangkan waktu untuk menyambangi kawasan wisata seperti Ciwidey atau Cipanas. Namun kali ini, tempat hiburan murah-meriah menjadi prioritas.

ADVERTISEMENT

"Sebenarnya di Tegallega juga ada taman sih, lebih dekat dari rumah. Tapi di sini permainannya lebih lengkap, tempatnya lebih bagus. Jadi tadi naik motor bertiga ke sini. Untung belum terlalu ramai," paparnya.

Sudah cukup lama taman kota menjadi tempat bermain yang ia pilih untuk mengasuh kedua cucunya ketika orang tua mereka bekerja, termasuk kali ini. Di tengah menjamurnya tempat wisata dan kuliner hits Kota Bandung yang diburu wisatawan dari berbagai daerah, Rita tetap memilih ruang terbuka hijau cuma-cuma sebagai tempat 'healing'.

"Ah ibu mah rada gimana ya, enggak tertarik sih ke yang begitu (kuliner viral). Lebih nyaman di tempat seperti ini saja," ujarnya.

"Lebih terbuka, ada udara segar, bisa duduk-duduk, ada pohon-pohon. Bisa sambil nunggu anak main," lanjutnya.

Ngabuburit di Taman Monumen Perjuangan, Kota Bandung, Selasa (19/3/2024).Ngabuburit di Taman Monumen Perjuangan, Kota Bandung, Selasa (19/3/2024). Foto: Naufal Nabilludin/detikJabar

Ia juga sengaja untuk memilih waktu pagi hari untuk bertolak dari kawasan Kopo menuju pusat kota untuk menghindari kemacetan. Terlebih di waktu libur panjang, lalulintas daerah tersebut biasanya semakin padat.

"Kalau pagi mah belum macet, jadi mendingan dari pagi sudah berangkat. Kalau siang ke sore, apalagi kalau lewat Pasar Baru, Viaduct dan Balai Kota, aduh itu pasti ramai sekali," ungkapnya.

Hiburan Murah-meriah ala Warga Bandung

Kisah Rita dan cucunya adalah potret yang jamak dijumpai di kalangan warga Kota Bandung ketika libur panjang menjelang. Alih-alih menyambangi tempat wisata yang membuat orang perlu merogoh kocek tidak sedikit, tempat hiburan gratis menjadi solusi.

Siang itu, Taman Monumen Perjuangan pun tampak ramai dikunjungi oleh warga yang mayoritas adalah keluarga. Anak-anak tampak ramai berlarian dan bergantian menaiki wahana permainan, sementara para orang tua duduk bersantai di area rumput sintetis.

Sebagian bahkan tampak sengaja "botram" dengan membawa alas duduk dan membeli jajanan yang dijual para pedagang kaki lima. Para penjaja mainan pun laris dibeli. Mulai dari pesawat kertas, balon sabun, dan sebagainya.

Sejumlah anak usia sekolah terlihat asyik mengayuh sepeda mereka di area taman yang lebih sepi. Di sayap kanan dan kiri taman yang dilengkapi kanopi, terlihat ada sekumpulan anak muda yang tengah berlatih pertunjukan drama.

Berjalan sedikit ke arah Jalan Diponegoro, suasana serupa juga terlihat di Taman Lansia. Meski tak seramai Taman Monumen Perjuangan, taman ini banyak dimanfaatkan keluarga untuk sekedar duduk-duduk menikmati jajanan khas Bandung seperti cuankie.

Area tamannya yang luas dan rimbun menjadikan tempat ini kerap dimanfaatkan warga untuk sekedar jalan kaki menghirup udara segar. Agar lebih hemat, membawa bekal sendiri dan menikmatinya di area kursi dan meja yang tersedia juga dapat menjadi opsi.

Rita berharap, taman-taman serupa Taman Monumen Perjuangan dan taman lainnya yang tersebar di sejumlah titik di pusat kota dapat hadir lebih merata di kawasan lainnya.

"Pengen lebih banyak ada tempat hiburan gratis. Banyakin lagi lah taman-taman seperti ini di Bandung 'pasisian'. Jadi kalau mau main dengan cucu seperti sekarang, bisa pilih yang dekat rumah. Kan enak lebih leluasa," harapnya.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads