Nasib nahas dialami seorang mahasiswi Universitas Padjadjaran (Unpad) berinisial GC. Ia diduga menjadi korban kejahatan orang tak dikenal (OTK).
Peristiwa itu terjadi di sebuah gang kecil di Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Selasa (12/5) malam. Detik-detik insiden tersebut terekam kamera CCTV hingga viral di media sosial.
Berdasarkan rekaman video yang dilihat detikJabar, tampak mahasiswi tersebut berlari di sebuah gang. Tepat di belakangnya, seorang pria yang mengendarai sepeda motor mengejar korban. Dalam kondisi itu, korban sempat terjatuh dan terduga pelaku terlihat melindasnya dengan sepeda motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kanit Reskrim Polsek Jatinangor Ipda Hendi Setiawan menjelaskan kronologi kejadian bermula saat korban berjalan ke gang kecil untuk pulang selepas membeli makanan di jalan raya. Di situ, lanjut Hendi, korban melihat dan mendengar seorang pria menggunakan sepeda motor menodongkan senjata tajam jenis pisau sambil mengancam korban agar tidak bergerak.
Korban yang merasa terancam usai mendengar ancaman pelaku langsung panik dan lari masuk ke dalam gang kecil. Namun, dalam posisi tersebut korban tersandung hingga akhirnya terjatuh.
"Jadi awalnya si korban ini lagi abis pulang beli makanan di jalan, terus tiba-tiba ada satu orang yang pakai motor nodong pakai senjata tajam bilang diam jangan bergerak. Korban panik dan lari terus terjatuh," ujar Hendi kepada detikJabar, Kamis (14/5/2026).
Menurut Hendi, usai terjatuh, korban berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Mendengar teriakan korban, terduga pelaku panik hingga akhirnya melindas korban dengan sepeda motor dan langsung kabur.
"Karena mungkin si cewek ini teriak-teriak, takutlah si orang itu juga yang nodong itu, dia langsung kabur dilindas lah kaki si korban pakai motor," katanya.
Akibat kejadian ini, kata Hendi, korban mengalami luka. "Kalau korban mengalami luka lecet, sekarang masih proses penyembuhan," ucapnya.
Kepolisian sejauh ini sudah meminta keterangan awal dari korban. Namun, hingga saat ini Hendi mengaku korban belum berkenan untuk membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian.
"Kemarin korban sudah kita tanya-tanya, kita mengarahkan agar korban membuat laporan resmi kepada polisi, soalnya sampai dengan saat ini korban belum berkenan untuk membuat laporan resmi," pungkasnya.
Meski belum mendapatkan laporan resmi dari korban, pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan awal dengan mendatangi TKP maupun pengecekan CCTV.
