Cerita di Balik Gerobak Martabak Tutup Perlintasan Kereta Sukabumi

Cerita di Balik Gerobak Martabak Tutup Perlintasan Kereta Sukabumi

Siti Fatimah - detikJabar
Rabu, 13 Mei 2026 17:08 WIB
Petugas sedang memperbaiki palang kereta api di Sukabumi.
Petugas sedang memperbaiki palang kereta api di Sukabumi. (Foto: Siti Fatimah/detikJabar)
Sukabumi -

Aksi seorang pedagang martabak di Kota Sukabumi yang membantu menutup perlintasan kereta api menggunakan gerobaknya viral di media sosial. Peristiwa unik di kawasan Pasar Pasundan ini menuai perhatian warganet karena dinilai kreatif sekaligus bentuk kepedulian terhadap keselamatan.

Video tersebut direkam oleh Hani Rianti (25) pada 2 Mei 2026 dan mulai diunggah ke media sosial pada 7 Mei 2026 hingga akhirnya viral.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya iseng aja videoin, karena saya dari kabupaten jadi jarang main ke kota. Kebetulan pas lewat Pasar Pasundan ada kereta lewat, terus unik aja lihat palangnya malah pakai gerobak martabak," kata Hani kepada detikJabar, Rabu (13/5/2026).

Dalam video yang beredar, terlihat gerobak martabak diposisikan melintang di jalan dekat rel kereta. Gerobak itu digunakan sebagai penghalang sementara saat kereta melintas.

ADVERTISEMENT

Menurut Hani, saat dirinya tiba di lokasi, kondisi perlintasan sudah dijaga menggunakan gerobak martabak tersebut. Ia menduga sang pedagang bersama petugas di lokasi berinisiatif melakukan tindakan tersebut lantaran palang pintu tengah mengalami gangguan.

"Katanya palangnya lagi ada masalah, lagi dibenerin. Kayaknya si mamang emang inisiatif dibantu sama staf KAI yang jaga di situ," ujarnya.

Hani menyebut pedagang martabak tersebut memang sudah lama berjualan di sekitar Pasar Pasundan dan kerap mangkal di dekat rel kereta api.

"Kalau lewat pasar pasti beliau ada di situ," katanya.

Aksi pedagang itu pun menuai respons positif dari warga. Hani menyebut para pengendara motor yang berada di belakang gerobak terlihat tertib dan tidak ada yang nekat menerobos rel saat kereta melintas.

"Lucu aja si amangnya juga aware sama keselamatan pengendara. Yang naik motor juga pada nurut nggak ada yang nerobos," ujarnya.

Secara terpisah, Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo memastikan saat kejadian tetap ada petugas resmi penjaga perlintasan yang bertugas sesuai prosedur keselamatan.

"Sudah ada petugas resmi penjaga perlintasan yang bekerja sesuai SOP keadaan darurat ketika kereta api akan melintas dan itu sudah memenuhi standar keselamatan perjalanan kereta api," kata Franoto.

Meski demikian, pihaknya mengapresiasi kepedulian masyarakat terhadap keselamatan di perlintasan sebidang.

"Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat akan keselamatan bersama. Ini sebagai bukti bahwa masyarakat secara sadar and aktif ikut mengedukasi warga lain tentang pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang," ujarnya.

Franoto menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir KAI bersama komunitas peduli keselamatan rutin melakukan edukasi, baik di perlintasan sebidang maupun jalur kereta api.

"Rata-rata dalam seminggu 4-5 kali dilakukan sosialisasi dan edukasi keselamatan," pungkasnya.

(iqk/iqk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads