Strategi Disdik Jabar Petakan 826 Ribu Lulusan di SPMB 2026

Strategi Disdik Jabar Petakan 826 Ribu Lulusan di SPMB 2026

Bima Bagaskara - detikJabar
Rabu, 13 Mei 2026 14:56 WIB
Kepala Disdik Jabar Purwanto
Kepala Disdik Jabar Purwanto. Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar
Bandung -

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat mulai menyiapkan tahapan krusial pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Tahun ini, fokus utama bukan lagi sekadar soal daya tampung sekolah, melainkan memastikan ratusan ribu lulusan SMP dan MTs di Jawa Barat benar-benar terpetakan sesuai minat dan tujuan pendidikannya.

Sebanyak 826.996 lulusan SMP dan MTs di Jawa Barat akan mulai mengikuti tahapan pemetaan minat pada akhir Mei 2026. Proses ini menjadi pintu awal sebelum siswa memilih melanjutkan pendidikan ke SMA, SMK, maupun MA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Disdik Jabar Purwanto mengatakan, penginputan peminatan akan dimulai lebih awal untuk Sekolah Manusia Unggul (Maung), kemudian disusul jalur reguler. "Target kita, penginputan peminatan yang akan berlangsung dari tanggal 25 Mei untuk Sekolah Maung dan 29 Mei untuk sekolah reguler itu semuanya sudah bisa diinput oleh anak-anak kita di tiap kabupaten/kota," ujar Purwanto, Rabu (13/5/2026).

Purwanto menjelaskan, Gubernur Jawa Barat menargetkan seluruh lulusan SMP dan MTs di Jabar sudah memiliki arah pendidikan yang jelas pada pertengahan Juni 2026, baik ke sekolah negeri maupun swasta.

ADVERTISEMENT

Meski jumlah lulusan mencapai lebih dari 826 ribu siswa, Purwanto memastikan kapasitas sekolah di Jawa Barat masih mencukupi. Saat ini, total daya tampung SMA, SMK, dan MA di Jabar mencapai 909.183 kursi.

"Dari sisi daya tampung sebenarnya tidak ada masalah. Kalau semuanya masuk ke SMA, SMK, dan MA, itu akan tertampung," katanya.

Namun menurutnya, persoalan utama SPMB bukan hanya soal kursi sekolah. Pemerintah kini menghadapi tantangan yang lebih kompleks, mulai dari distribusi siswa, pemetaan minat, faktor jarak sekolah, hingga memastikan siswa tetap melanjutkan pendidikan.

Karena itu, Disdik Jabar akan menerapkan sistem pemetaan digital. Seluruh siswa diwajibkan memiliki akun pribadi untuk menginput minat dan pilihan sekolah tujuan masing-masing.

"Semua 826 ribu lulusan di Jawa Barat ini harus mempunyai akun masing-masing," tegas Purwanto.

Distribusi akun digital bagi siswa akan dilakukan pada 18 hingga 22 Mei 2026. Setelah itu, siswa mulai melakukan penginputan peminatan sesuai jalur dan sekolah tujuan.

Untuk memastikan proses berjalan lancar, Disdik Jabar juga membentuk Team Management Office (TMO) di seluruh kabupaten/kota. Tim ini akan melibatkan dinas pendidikan, cabang dinas, Kementerian Agama, MKKS SMP, hingga Kelompok Kerja Madrasah.

"TMO ini untuk memastikan bahwa tim efektif kita bekerja dengan baik di tingkat kabupaten/kota," ucapnya.

(bba/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads