Kala Manusia-manusia Elit Dampingi Trump ke China

Kabar Internasional

Kala Manusia-manusia Elit Dampingi Trump ke China

Fino Yurio Kristo - detikJabar
Selasa, 12 Mei 2026 20:30 WIB
WINDSOR, ENGLAND - SEPTEMBER 17: OpenAI CEO Sam Altman arrives to attend the State Banquet at Windsor Castle during the State visit by the President of the United States of America on September 17, 2025 in Windsor, England. President Trump is in England from Sept. 16-18 on his second UK state visit, with the previous one taking place in 2019 during his first presidential term. (Photo by Phil Noble -  WPA Pool/Getty Images)
Tim Cook (Foto: Phil Noble/WPA Pool/Getty Images)
Jakarta -

Sejumlah petinggi perusahaan teknologi dan keuangan Amerika Serikat dilaporkan akan ikut mendampingi Presiden AS Donald Trump dalam kunjungan kenegaraannya ke China pekan ini.

Delegasi bisnis tersebut disebut akan menjadi bagian dari pertemuan tingkat tinggi antara Trump dan Presiden China Xi Jinping. Melansir detikInet, pertemuan itu diperkirakan membahas berbagai isu strategis mulai dari perdagangan, kecerdasan buatan (AI), kontrol ekspor, Taiwan, hingga konflik di Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa nama besar yang masuk dalam rombongan antara lain CEO Tesla sekaligus SpaceX Elon Musk, serta CEO Apple Tim Cook.

Selain itu, delegasi juga diisi para eksekutif papan atas dari sektor keuangan dan industri teknologi Amerika seperti :

ADVERTISEMENT

Goldman Sachs - David Solomon
Blackstone - Stephen Schwarzman
BlackRock - Larry Fink
Citigroup - Jane Fraser
Meta - Dina Powell McCormick

Tokoh lain yang juga disebut ikut dalam rombongan di antaranya pimpinan Boeing, Cisco, Visa, Mastercar, Qualcomm hingga Micron

Kunjungan Trump ke China dijadwalkan berlangsung pada 13-15 Mei. Pemerintah China berharap lawatan tersebut dapat membuka jalan bagi sejumlah kesepakatan dagang baru antara kedua negara.

Konflik Iran juga diperkirakan menjadi salah satu topik utama pembahasan. China diketahui merupakan pembeli minyak terbesar Iran, sementara Trump disebut meminta Beijing membantu membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

CEO NVIDIA Jensen Huang, dilaporkan tidak ikut dalam rombongan tersebut meski sebelumnya menyatakan siap bergabung apabila mendapat undangan resmi.

"Saya rasa sangat penting untuk melihat adanya keterlibatan dialog antara kedua negara adidaya ekonomi tersebut. Kita semua membutuhkan terjadinya keterlibatan itu," kata Jane Fraser dari Citigroup.

Artikel ini sudah tayang di detikInet




(fyk/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads