Detik-detik Mencekam Longsor Ciamis: Dede Lari Sambil Bawa Anak

Detik-detik Mencekam Longsor Ciamis: Dede Lari Sambil Bawa Anak

Dadang Hermansyah - detikJabar
Selasa, 12 Mei 2026 11:30 WIB
Rumah rata diterjang longsor di Ciamis
Rumah rata diterjang longsor di Ciamis (Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar).
Ciamis -

Malam itu hujan turun tanpa jeda di Dusun Cibulakan, Desa Sukamaju, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis. Sejak waktu magrib, air terus mengguyur kawasan perbukitan tersebut dengan deras. Warga memilih bertahan di dalam rumah sambil berharap cuaca segera membaik.

Namun bagi Dede Kartini (43), Senin (11/5/2026) malam menjadi momen memilukan yang tak akan mudah dilupakan. Rumah yang ia tinggali bersama suami dan anaknya luluh lantak tertelan longsor setelah tebing setinggi 30 meter ambruk menerjang permukiman warga.

Saat ditemui di lokasi, Dede masih tampak syok. Sesekali matanya menatap nanar ke arah rumahnya yang kini rusak berat tertimbun material tanah. Ia mengaku sama sekali tidak menyangka petaka itu akan datang malam itu, sebab tidak ada tanda-tanda mencurigakan selain hujan yang terus menderu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya hujan deras dari magrib. Terus air mulai masuk ke dapur. Saya kaget karena biasanya tidak seperti itu," ujar Dede.

ADVERTISEMENT

Tak lama setelah air merembes ke dalam rumah, tiba-tiba terdengar suara gemuruh hebat dari arah belakang rumahnya. Suara itu kian mengeras dan memicu kepanikan.

"Ada suara gemuruh, terus air deras. Saya langsung lari keluar sambil bawa anak yang masih kelas 6 SD," katanya.

Dalam kondisi gelap gulita dan mencekam, Dede bersama suaminya hanya fokus menyelamatkan nyawa. Mereka berlari keluar rumah tanpa sempat menyelamatkan barang-barang berharga.

"Hanya sempat bawa HP saja. Beras, perabot rumah, sampai surat-surat identitas semua tertinggal dan sekarang tertimbun longsor," ungkapnya.

Menurut Dede, longsor terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Ia bersyukur keluarganya berhasil keluar beberapa saat sebelum material tanah menghantam bangunan rumah mereka.

"Kalau telat sedikit mungkin kami masih di dalam rumah," ucapnya lirih.

Rumah milik Dede menjadi salah satu bangunan dengan kerusakan paling parah. Material longsor menghantam struktur bangunan hingga tak lagi mungkin untuk ditempati.

Warga setempat sebenarnya pernah mengingatkan soal potensi bahaya di lokasi tersebut. Bahkan, kata Dede, dulu pernah ada pembicaraan mengenai kemungkinan relokasi rumah warga yang berada dekat tebing.

"Dulu pernah disuruh pindah kalau memang mau dipindahkan, tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut," katanya.

Kini Dede bersama keluarganya mengungsi ke rumah kerabat sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pemerintah. Selain kehilangan tempat tinggal, mereka juga harus memulai kembali menata kehidupan dari nol karena sebagian besar harta benda tertimbun longsor.

Di lokasi bencana, petugas gabungan bersama warga masih melakukan pembersihan material tanah dan lumpur. Bantuan darurat juga mulai disalurkan kepada warga terdampak.

Dinas Sosial Ciamis melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) Ciamis telah menyalurkan bantuan berupa tujuh kasur lipat, tujuh paket sembako, 10 selimut, tujuh paket perlengkapan keluarga, lima paket peralatan dapur, 10 stel pakaian, serta tiga lembar terpal untuk kebutuhan pengungsi.

Dede berharap ada solusi agar warga yang tinggal di kawasan rawan longsor bisa mendapat tempat tinggal yang lebih aman. "Mudah-mudahan ada jalan terbaik buat kami," pungkasnya.




(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads