Inovasi Robotika ITS Jadi Juara Hult Prize 2026 di ITB

Inovasi Robotika ITS Jadi Juara Hult Prize 2026 di ITB

Fauzan Muhammad - detikJabar
Senin, 11 Mei 2026 08:09 WIB
Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) jadi tuan rumah Hult Prize Indonesia National Summit 2026
Foto: Fauzan Muhammad
Bandung -

Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi saksi lahirnya inovator-inovator muda terbaik dalam ajang bergengsi Hult Prize Indonesia National Summit 2026 yang diselenggarakan pada 10 Mei 2026. Setelah melalui persaingan ketat, tim Kakarobot dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil keluar sebagai juara pertama dan berhak mewakili Indonesia di kompetisi tingkat internasional.

Acara yang berlangsung di Aula Timur ITB ini merupakan puncak dari rangkaian kompetisi tingkat nasional. Tahun 2026 menjadi catatan sejarah penting karena untuk pertama kalinya kompetisi startup mahasiswa internasional ini mempercayakan Indonesia, khususnya ITB, sebagai tuan rumah penyelenggara tingkat nasional sebelum menuju persaingan global.

Persaingan Sengit 8 Finalis

Babak Final Pitch Round menampilkan delapan tim terbaik yang telah disaring dari puluhan pendaftar di seluruh Indonesia. Kedelapan tim tersebut adalah CLARITAS, Sorgummi, MiRO, Nura, HerblocX, Kakarobot, Novadung, dan AITHER. Mereka mempresentasikan solusi inovatif mulai dari teknologi kesehatan, keberlanjutan pangan, hingga edukasi di hadapan dewan juri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah melalui proses penilaian yang ketat, dewan juri menetapkan tiga pemenang utama:

Juara 1: Kakarobot (ITS) - Inovasi alat peraga robotika tanpa layar untuk sekolah dengan akses teknologi terbatas.

ADVERTISEMENT

Juara 2: Novadung (ITB) - Solusi popok bayi berbahan dasar sekam padi yang ramah lingkungan.

Juara 3: MiRO (UNAIR) - Media pembelajaran offline berbasis roleplay untuk mengurangi kecanduan layar pada anak.

Direktur Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. apt. Muhamad Insanu, S.Si., M.Si., menyatakan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada ITB sebagai penyelenggara perdana di tingkat nasional.

"Kompetisi Hult ini bersifat internasional dan ITB itu menjadi kebanggaan karena merupakan kali pertama diadakan di Indonesia. Sebelumnya, pelaksanaan kegiatannya itu langsung regional, tapi per tahun ini ITB dipercaya untuk menjadi tuan rumah pertama" ujarnya.

Terselenggaranya Hult Prize Indonesia secara perdana ini sejalan dengan misi universitas tuan rumah. Hal senada disampaikan pihak Rektorat ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., mengenai misi besar ITB untuk menciptakan ekosistem startup yang tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga memberikan solusi bagi permasalahan dunia.

"Misi ITB itu ingin menjadi universitas yang unggul dan berdampak. Salah satu misi untuk menjadi universitas yang berdampak itu adalah menghasilkan startup-startup yang bukan hanya cari untung, tapi juga memberikan solusi dan dampak yang besar untuk masyarakat" tuturnya.

Menuju Panggung Dunia

Sebagai juara pertama, tim Kakarobot kini bersiap untuk bertanding di level internasional. Mereka akan bersaing dengan pemenang dari berbagai negara lainnya untuk memperebutkan modal usaha senilai $1 juta USD guna merealisasikan dampak sosial dari inovasi yang mereka ciptakan.

Keberhasilan penyelenggaraan Hult Prize Indonesia 2026 ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa di seluruh Nusantara untuk terus berinovasi dalam bingkai Sustainable Development Goals (SDGs).




(tya/tey)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads