Apa itu Phishing? Kenali Modus dan Cara Menghindarinya

Apa itu Phishing? Kenali Modus dan Cara Menghindarinya

Adi Mukti - detikJabar
Senin, 11 Mei 2026 07:30 WIB
Ilustrasi penipuan online
Ilustrasi penipuan online. Foto: Shutterstock
Bandung -

Di dunia yang semakin kompleks, penipuan dan kejahatan semakin menjadi-jadi. Penipuan merupakan aktivitas kejahatan yang merugikan orang lain. Biasanya penipuan membuat korban tergiur dan penasaran, lalu dimanfaatkan.

Di era internet yang semakin luas, kejahatan penipuan pun semakin beragam. Kejahatan siber memanfaatkan ketidaktahuan korbannya, sehingga kejahatan siber itu dianggap sebagai aktivitas digital biasa.

Namun, banyak orang menganggap aktivitas digital yang umum dari orang yang tidak dikenal sebagai hal yang biasa, padahal banyak jebakan-jebakan siber yang berawal dari aktivitas digital biasa, salah satunya phishing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

detikJabar merangkum penjelasan, modus dan cara menghindari phishing agar detikers tidak terjebak kejahatan siber.

Apa itu Phishing?

Phishing adalah kejahatan siber (cybercrime) yang dilakukan dengan cara menyamar sebagai pihak terpecaya untuk mencuri informasi atau data sensitif seperti password, OTP, data rekening atau identitas pribadi. Cara paling umum yang dilakukan penjahat biasanya pelaku mengirim email, SMS, telepon, atau tautan palsu yang terlihat resmi.

ADVERTISEMENT

Teknik ini dikategorikan sebagai social engineering, yaitu manipulasi psikologis agar korban secara sukarela memberikan data.

Modus Phishing yang Sering Terjadi

Pelaku Phishing tidak bekerja secara acak. Mereka mencoba untuk merancang skenario untuk mengeksploitasi emosi manusia, panik, takut, penasaran.

1. Menyamar sebagai institusi resmi

Pelaku biasanya menyamar dari institusi resmi negara seakan-akan aktivitas yang dilakukan terlihat sah dan normal. Biasanya pelaku dari bank, pajak, marketplace hingga kepolisian. Korban yang tidak berhati-hati dapat dengan mudah tertipu.

2. Tautan atau website palsu

Teknik ini merupakan cara baru pelaku untuk menjebak korban. Ketika korban mengakses tautan atau website yang diberikan pelaku, maka data pribadi korban langsung didapat oleh pelaku. Cara ini juga bisa berupa undangan digital, tetapi punya format yang berbeda dari biasanya.

3. Pesan mendesak (Urgency Attack)

Cara ini paling efektif untuk memanfaatkan emosional dari korbannya. Pelaku mencoba menyamar menjadi petugas medis dengan berdalih bahwa keluarga, kerabat atau saudaranya kecelakaan sehingga perlu dana untuk proses medis di rumah sakit. Teknik ini sering kali merugikan banyak orang dan meraup puluhan juta dari korbannya.

Cara Menghindari Phishing

Ada beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk terhindar dari penipuan digital satu cybercrime seperti phishing. Antara lain:

1. Jangan klik tautan sembarangan

Jangan menekan satu mengunjungi website atau tautan dari orang yang tidak kamu kenal. Bisa jadi itu jebakan yang dapat mengambil data-data penting mu. Hindari link dari email atau SMS yang mencurigakan. Cek URL dengan teliti sebelum login.

2. Verifikasi sumber informasi

Jangan mudah terpercaya oleh kontak yang mencurigakan. Selalu cek dari pihak resmi seperti instansi pemerintah. Pada umumnya instansi pemerintah punya mekanisme sendiri dan seringkali tidak memerlukan biaya yang besar.

3. Jangan pernah membagikan data sensitif dan gunakan keamanan tambahan

Jika kamu mendapat SMS sekaligus sedang menghubungi menghubungi seseorang yang tidak kamu kenal, jangan sampai memberikan informasi penting seperti kode autentifikasi karena hal pelaku dapat dengan mudah mengakses akun dan data kamu. Selain itu, pakai keamanan digital tambahan. Aktifkan autentifikasi dua faktor sehingga akun kamu punya konfirmasi tambahan sebelum benar-benar mengakses.

Kejahatan siber terus meningkat dan beragam strategi pelaku juga bervariasi. Maka dari itu, perlu untuk tetap waspada terhadap aktivitas digitalmu. Kejahatan siber dapat merugikan banyak orang dan meruap data dan uang kamu. Selalu memperhatikan aktivitas mencurigakan sehingga akun dan data kamu aman.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads