Mempunyai rumah yang nyaman dan aman merupakan impian tiap orang terutama bagi mereka yang telah berkeluarga. Maka tidak sedikit masyarakat yang menabung untuk memiliki hunian yang bisa menjadi tempat beristirahat yang nyaman.
Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menawarkan solusi bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah tetapi belum mempunyai biaya yang cukup. Konsep sederhana dari KPR yaitu bank membiayai sebagian besar harga rumah dan kamu membayarnya kembali dengan cara mencicil selama jangka waktu tertentu.
Masyarakat dapat mengajukan KPR ke bank-bank dengan membawa persyaratan. Namun pengajuan KPR ternyata dapat ditolak. Maka sebelum mengajukan KPR, ada tips yang perlu kamu lakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
detik Jabar merangkum 5 tips agar pengajuan KPR kamu diterima.
Syarat Umum
Sebelum mengajukan KPR, perlu diketahui syarat-syarat umum sebagai langkah administrasi. Syarat yang harus kamu penuhi yaitu Warga Negara Indonesia (WNI), usia minimal 21 tahun atau telah menikah. Selanjutnya, syarat lainnya yaitu memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap (karyawan, pengusaha atau profesional) dan maksimal usia saat cicilan lunas biasanya berkisar 55-65 tahun.
Setelah semua persyaratan lebih rampung, barulah kamu dapat memperhatikan tips-tips di bawah agar pengajuan KPR kamu tidak mendapat penolakan.
Bersihkan Riwayat Kredit
Riwayat kredit oleh nasabah merupakan penilaian yang krusial oleh bank. Pasalnya rekam jejak kredit yang kamu miliki mencerminkan kebiasaan finansial anda, seperti ketetapan waktu dalam membayar cicilan serta kemampuan mengelola utang dengan baik.
Riwayat kredit ini menjadi pegangan dan informasi bank untuk menilai risiko kredit kamu, apakah aman atau tidak. Semakin baik rekam jejak kredit kamu, semakin kecil pula resiko bagi bank, sehingga mereka bisa lebih percaya untuk memberikan KPR kepadamu. Bank juga akan memeriksa apakah kamu punya tunggakan di Paylater, kartu kredit, atau pinjaman online.
Lunasi Utang Terlebih Dahulu
Jika kamu masih mempunyai beban urang lain seperti cicilan kendaraan atau pinjaman online, sebaiknya kamu melunasinya terlebih dahulu sebelum mengajukan aplikasi KPR. Hal ini bisa menjadi penghambat dan memperbesar penolakan KPR kamu. Melunasi utang bertujuan agar kapasitas ruang kredit Anda menjadi lebih luas sehingga peluang untuk mendapatkan persetujuan plafon pinjaman yang tinggi semakin terbuka lebar.
Lengkapi Dokumen yang Dibutuhkan
Salah satu kunci pengajuan KPR yang disetujui adalah kelengkapan dokumen. Pastikan segala persyaratan atau file terbaca jelas, tidak buram dan sesuai format yang diminta sistem bank. Sistem akan melakukan singkronisasi data otomatis. Siapkan dokumen-dokumen umum seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), slip gaji selama 3 bulan terakhir, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), rekening koran selama 3 bulan terakhir m, serta dokumen lain yang dibutuhkan.
Banyak masyarakat yang mengalami penolakan KPR karena dokumen yang tidak lengkap. Jika mengalami penolakan, maka kamu harus mengajukan ulang. Oleh karena itu, memastikan semua dokumen yang lengkap akan mempercepat persetujuan KPR dan meningkatkan peluang kamu untuk mendapatkan hunian impian atau rumah pertamamu.
Siapkan DP yang Lebih Besar dari Minimum
Menyediakan uang muka yang cukup bahkan lebih bisa memperbesar potensi diterimanya KPR kamu. Uang muka di mata bank menandakan kamu menunjukkan berkomitmen dan kemampuan finansial kamu dalam membeli rumah secara kredit. Down Payment (DP) umumnya memiliki angka yang berbeda-beda tergantung tenor yang akan kamu ambil. Maka semakin besar uang muka maka semakin kecil nilai suku bunganya.
Bandingkan Minimal 3 Bank Sebelum Memutuskan
Melakukan perbandingan secara mendalam antara minimal tiga bank berbeda sangat disarankan agar kamu bisa mendapatkan pembiayaan yang paling meringankan beban keuanganmu. Selain memperhatikan besar bunga, kamu juga perlu untuk mempertimbangkan durasi atau tenor pinjaman paling sesuai dengan rencana masa depan kamu.
Itu dia 5 tips yang bisa kamu lakukan agar pengajuan KPR kamu diterima oleh bank. Selalu pastikan dokumen tersedia ketika bank memintanya. Tidak hanya itu, kamu juga perlu memperhatikan tunggakan atau utang dan sebaiknya diselesaikan sebelum mengajukan KPR. Selain itu, DP yang besar juga bisa meyakinkan bank terkait penerimaan KPR.
(sud/sud)
