Sampah masih menjadi permasalahan yang tak kunjung selesai di Kota Bandung. Untuk mengatasi permasalahan sampah, Pemkot Bandung tengah mengkaji teknologi alternatif pengolahan sampah berbasis autothermix.
Pengolahan sampah berbasis autothermix ini sedang dikembangkan PT Tohaan Renewable Energy Engineering. Prototipe autothermix yang dikembangkan bisa memusnahkan sampah seberat 1 ton dalam sehari.
"Saat ini prototipenya berkapasitas 1 ton per hari, namun harapannya bisa dikembangkan hingga 50 ton per hari," kata Kepala Bidang Pengelolaan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq dalam keterangan resmi Diskominfo Kota Bandung, Jumat (8/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: 10 Lembaga Daftar Jadi Pengelola Bandung Zoo |
Salman mengungkapkan saat ini, pihaknya masih mengkaji pengolahan sampah berbasis autothermix.
"Kami akan kaji lebih dalam, baik dari sisi penggunaan teknologinya, skema kerja samanya, lokasi, dan hal-hal teknis lainnya. Nanti hasilnya akan dilaporkan kepada Pak Sekda," ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Tohaan Renewable Energy Engineering, Budi Permana menjelaskan, teknologi autothermix yang dikembangkan merupakan sistem pengolahan sampah berbasis proses termal dengan konsep minim oksigen.
Menurutnya, pendekatan tersebut berbeda dengan sistem pembakaran konvensional karena lebih menitikberatkan pada proses peluruhan material sampah melalui pengendalian suhu dan oksigen.
"Konsepnya menggunakan minim oksigen dengan proses termal tertentu sehingga sampah mengalami peluruhan," ujar Budi.
Menurut Budi, perangkat yang saat ini ditinjau masih berupa prototipe dengan kapasitas sekitar 1 ton sampah per hari dan dirancang agar dapat dikembangkan ke kapasitas yang lebih besar.
"Versi pertama perangkat kami sudah beroperasi sejak Desember 2023 di Kabupaten Serang. Sekarang yang dilakukan adalah penyempurnaan," tuturnya.
"Teknologi tersebut dikembangkan oleh tenaga lokal dan diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif solusi penanganan sampah di Kota Bandung," pungkasnya.
(wip/dir)
