Intip Cara Kerja 80 'Mata-Mata' Macan Tutul di Sukabumi

Intip Cara Kerja 80 'Mata-Mata' Macan Tutul di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Jumat, 08 Mei 2026 05:00 WIB
Pemasangan Camera Trap di kawasan Cikepuh - Cibanteng
Pemasangan Camera Trap di kawasan Cikepuh - Cibanteng (Foto: Dok BKSDA)
Sukabumi -

Penasaran bagaimana cara petugas memasang 80 kamera trap untuk menyensus Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) di kawasan Cikepuh dan Cibanteng? Ternyata, penempatan "mata-mata" digital ini tidak dilakukan sembarangan.

Kepala Resort Suaka Margasatwa Cikepuh dan Cagar Alam Cibanteng, Iwan Setiawan, membeberkan rahasia di balik layar pemasangan alat canggih tersebut. Menurutnya, titik lokasi sangat menentukan keberhasilan menangkap visual sang kucing besar.

Iwan menjelaskan bahwa kamera-kamera tersebut dipasang tepat di jalur-jalur perlintasan yang sering dilalui, baik oleh manusia maupun satwa lainnya. Hal ini dilakukan karena macan tutul cenderung menggunakan jalur yang sama untuk berburu atau berpindah tempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemasangannya itu di jalur-jalur yang memang terbuka. Jalur orang lewat atau jalur kerbau, di situ kami pasang," ungkap Iwan kepada detikJabar, Kamis (7/5/2026).

Ketinggian yang Presisi

Tak hanya lokasi, ketinggian posisi kamera pada batang pohon juga diatur sedemikian rupa agar sejajar dengan tinggi badan macan tutul. Petugas memasang alat ini dengan jarak sekitar 60 hingga 80 centimeter dari dasar tanah.

ADVERTISEMENT

"Ketinggiannya sekitar 60 sampai 80 senti dari dasar tanah ke pohon. Posisi ini paling ideal untuk menangkap postur tubuh macan tutul secara jelas saat melintas," tambahnya.

Mengingat lokasi pemasangannya berada di jalur yang juga sering dilalui warga atau petani, petugas menyematkan tanda peringatan khusus pada setiap titik kamera.

Hal ini dilakukan untuk mencegah alat tersebut dirusak atau diambil oleh tangan-tangan jahil.

Di setiap titik, petugas memasang kertas pengumuman yang telah dilaminasi sebagai bentuk peringatan resmi.

"Ada kertas perhatian yang kami laminating. Isinya peringatan bahwa di area tersebut sedang dilakukan pengawasan macan tutul dan alat tidak boleh diganggu. Ada warning-nya lah di situ," tegas Iwan.

Dengan mekanisme pemasangan yang matang dan pengamanan informasi di lapangan, pihak BKSDA optimis data populasi yang terkumpul dalam dua bulan ke depan akan menjadi fondasi kuat bagi pelestarian Macan Tutul Jawa di Sukabumi.

Diberitakan sebelumnya, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bogor tancap gas melakukan pendataan populasi macan tutul jawa (Panthera pardus melas) di Sukabumi. Sebanyak 80 unit kamera trap telah disebar di kawasan Suaka Margasatwa Cikepuh dan Cagar Alam Cibanteng, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.

Langkah ini diambil melalui kerja sama dengan lembaga konservasi Sintas untuk mendapatkan data akurat mengenai jumlah predator puncak yang masih bertahan di habitat alaminya.

(sya/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads