Geger Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar: 3 Penumpang Tewas, 1 Kritis

Kabar Internasional

Geger Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar: 3 Penumpang Tewas, 1 Kritis

Tim detikInet - detikJabar
Rabu, 06 Mei 2026 20:00 WIB
Ilustrasi Hantavirus
Ilustrasi (Foto: detikINET via chatgpt).
Jakarta -

Dunia pelayaran internasional diguncang kabar duka. Tiga orang dilaporkan tewas akibat wabah virus tikus atau Hantavirus di atas sebuah kapal pesiar mewah. Meski situasi mencekam, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa pembatasan perjalanan belum perlu diterapkan. Sementara itu, para ahli medis masih terus beradu argumen mengenai kronologi penularan para korban.

Tragedi ini menimpa penumpang kapal MV Hondius yang tengah berlayar dari Argentina menuju Cape Verde dengan membawa 149 penumpang dan awak. Dari total korban jiwa, dua di antaranya merupakan pasangan suami istri, sementara satu korban lainnya adalah warga negara Jerman. Selain itu, seorang pria asal Inggris berusia 69 tahun kini tengah berjuang di ruang perawatan intensif di Johannesburg, Afrika Selatan, setelah varian Hantavirus terdeteksi di tubuhnya.

Misteri kematian ini tengah diselidiki secara mendalam, dengan Hantavirus sebagai tersangka utama. Kasus pertama muncul di atas kapal pada 11 April, menimpa seorang pria Belanda berusia 70 tahun. Ia sempat dipulangkan dengan didampingi istrinya, namun sang istri kemudian jatuh sakit dan ikut meninggal dunia. Tak lama, nyawa seorang penumpang asal Jerman juga melayang di atas kapal yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pakar kesehatan global dari Southampton University, Dr. Michael Head, memberikan pandangannya terkait fenomena langka ini. "Ketika mendengar tentang wabah di kapal pesiar, kita cenderung memikirkan penyakit lain seperti Covid-19 atau norovirus. Hantavirus jarang dikaitkan dengan lingkungan semacam ini, dan penyebaran virus dari manusia ke manusia juga tidak biasa," sebutnya.

Dr. Michael Head menduga kuat adanya keterkaitan lokasi asal kapal dengan jenis virus yang menyerang. "Mengingat kapal tersebut berasal dari Amerika Selatan, masuk akal jika varian virus Andes menjadi penyebab wabah ini. Sebelumnya pernah ada laporan mengenai penularan dari manusia ke manusia dari varian Andes, meskipun belum dapat dipastikan apakah itu yang terjadi dalam kasus ini," cetusnya.

Secara medis, Hantavirus merupakan jenis virus yang dibawa oleh tikus dan mencit. Manusia biasanya tertular melalui hirupan partikel dari kotoran kering hewan pengerat tersebut, atau melalui gigitan dan cakaran. Meski penularan antarmanusia dianggap sangat jarang, risiko itu tetap ada pada varian tertentu.

Dr. Liam Brierley dari MRC-University of Glasgow Centre for Virus Research menjelaskan mekanisme penularan ini secara spesifik. "Hantavirus ditularkan ka manusia ketika mereka menghirup virus dalam bentuk aerosol yang menguar dari kotoran hewan pengerat," sebutnya.

Ia juga menekankan bahwa masyarakat tidak perlu panik berlebihan mengenai penularan antarmanusia secara masif. "Hantavirus tak menular dari orang ke orang kecuali dalam keadaan sangat langka dan hanya untuk satu jenis hantavirus spesifik yang disebut virus Andes, di bawah kontak jarak dekat sangat intensif, seperti antara pasangan seks atau dari pasien ke staf rumah sakit. Karena itu, sangat mungkin kasus ini akibat dari satu titik paparan yang sama terhadap hewan pengerat," imbuhnya.

Artikel ini sudah tayang di detikInet, baca selengkapnya di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: IDAI Sebut Andes Hantavirus Belum Ditemukan di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads