Trump Setop 'Project Freedom, Klaim Ada Kesepakatan dengan Iran

Kabar Internasional

Trump Setop 'Project Freedom, Klaim Ada Kesepakatan dengan Iran

Zunita Putri - detikJabar
Rabu, 06 Mei 2026 14:00 WIB
WASHINGTON, DC - APRIL 30: U.S. President Donald Trump speaks during an executive order signing in the Oval Office of the White House on April 30, 2026 in Washington, DC. President Trump signed multiple executive orders including one to expand retirement account access for workers. (Photo by Andrew Harnik/Getty Images)
Donald Trump (Foto: Andrew Harnik/Getty Images)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan penghentian sementara operasi "Project Freedom" yang sebelumnya diluncurkan untuk mengawal pelayaran di kawasan Teluk. Keputusan ini diambil setelah adanya klaim kemajuan menuju kesepakatan dengan Iran.

Dalam pernyataannya melalui akun Truth Social sebagaimana dilansir dari detikNews, Trump menyebut langkah tersebut juga mempertimbangkan permintaan sejumlah negara, termasuk Pakistan.

"Berdasarkan permintaan Pakistan dan negara-negara lain, keberhasilan militer yang luar biasa yang telah kita raih selama kampanye melawan negara Iran dan, selain itu, fakta bahwa Kemajuan Besar telah dicapai menuju kesepakatan lengkap dan akhir dengan perwakilan Iran, kita telah sepakat bersama," ujar Trump, seperti dilaporkan CNN, Rabu (6/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa blokade terhadap Iran tetap diberlakukan. Ia menyebut penghentian "Project Freedom" hanya bersifat sementara untuk memberi ruang bagi penyelesaian kesepakatan.

ADVERTISEMENT

"Sementara blokade akan tetap berlaku sepenuhnya, proyek kebebasan (Pergerakan Kapal melalui Selat Hormuz) akan dihentikan sementara untuk jangka waktu singkat untuk melihat apakah Kesepakatan dapat diselesaikan dan ditandatangani," lanjutnya.

Operasi "Project Freedom" sendiri baru diumumkan pada awal pekan ini dan mulai dijalankan pada Senin (4/5). Tak lama setelah itu, terjadi saling tembak antara militer AS dan Iran yang memicu keraguan terhadap keberlangsungan gencatan senjata.

Namun, pejabat pemerintahan Trump menegaskan bahwa gencatan senjata masih berlaku. Mereka juga tetap mempromosikan operasi pengawalan kapal di kawasan Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas jalur perdagangan.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut operasi tersebut sebagai langkah awal menuju pembukaan kembali jalur pelayaran secara penuh.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Pete Hegseth menegaskan bahwa "Project Freedom" berbeda dari operasi militer lainnya di kawasan.

"Project Freedom bersifat defensif, terfokus dalam cakupan dan bersifat sementara, dengan satu misi: Melindungi pelayaran komersial yang tidak bersalah dari agresi Iran," kata Hegseth.

Artikel ini sudah tayang di detikNews




(zap/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads