Pesan Damai dari Nisan Putih Ereveld Leuwigajah Cimahi

Pesan Damai dari Nisan Putih Ereveld Leuwigajah Cimahi

Whisnu Pradana - detikJabar
Selasa, 05 Mei 2026 18:31 WIB
Upacara peringatan nasional Belanda mengenang korban gugur saat PD II di Ereveld Kerkhof, Leuwigajah
Upacara peringatan nasional Belanda mengenang korban gugur saat PD II di Ereveld Kerkhof, Leuwigajah (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar).
Cimahi -

Nisan-nisan putih berbentuk salib serta Bintang David berderet rapi di atas rumput hijau Makam Kehormatan Belanda atau Ereveld Leuwigajah di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

Di tengahnya, berdiri tiang dengan bendera Belanda berkibar di ujungnya. Beberapa orang khidmat menjalani rangkaian upacara Dodenherdenking atau The Commemoration of the Fallen. Upacara resmi nasional Belanda ini digelar untuk mengenang warga sipil maupun militer yang gugur dalam Perang Dunia II pada 1945.

Perwakilan keluarga yang leluhurnya gugur dalam peperangan dahulu, memberi penghormatan di depan karangan bunga di bawah tiang bendera. Prosesi diakhiri dengan mengheningkan cipta serta tabur bunga di nisan keluarga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak banyak yang hadir, hanya beberapa perwakilan keluarga, Atase Pertahanan Belanda di Indonesia, serta perwakilan pemerintah. Upacara sakral yang selalu diperingati pada 4 Mei itu berakhir dengan perasaan campur aduk.

"Hari ini, tanggal 4 Mei, kami mengadakan upacara peringatan yaitu The Commemoration of the Fallen. Ini merupakan upacara peringatan resmi nasional dari Belanda, yang berkaitan dengan berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945," kata Eveline de Vink, Direktur Oorlogsgravenstichting (OGS) atau Yayasan Makam Kehormatan Belanda Indonesia, saat ditemui detikJabar.

ADVERTISEMENT

Saban tahun, mereka tak pernah absen melaksanakan peringatan Hari Berkabung di semua ereveld di Tanah Air. Bukan sekadar seremonial belaka, namun menjadi momen refleksi atas kehilangan orang tersayang akibat peperangan.

"Kami memandang sangat penting untuk terus mengadakan upacara peringatan seperti ini. Dahulu, saya sempat berpikir bahwa tidak akan pernah ada Perang Dunia III. Namun melihat kondisi dunia saat ini, kita tidak pernah tahu bahkan mungkin saja sebagian orang merasa bahwa situasi tersebut sudah mulai terjadi," kata Eveline.

Upacara peringatan nasional Belanda mengenang korban gugur saat PD II di Ereveld Kerkhof, LeuwigajahUpacara peringatan nasional Belanda mengenang korban gugur saat PD II di Ereveld Kerkhof, Leuwigajah (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar).

Harapan akan terjaganya kedamaian dunia tak pernah alpa dilangitkan. Nyatanya, konflik-konflik yang mengatasnamakan hak asasi maupun keserakahan pemimpin negara justru menjadi pemicu perselisihan yang tak berkesudahan.

"Bahkan baru-baru ini juga ada korban dari Indonesia di Lebanon, dan kami turut berduka cita. Peristiwa seperti ini menunjukkan bahwa konflik masih terus terjadi hingga sekarang. Kita tentu berharap hal itu tidak akan sampai terjadi. Yang dapat kita lakukan adalah terus berupaya menjaga perdamaian dan kebebasan bagi semua," ucap Eveline.

Secara resmi, Yayasan Makam Kehormatan Belanda berperan sebagai tuan rumah untuk upacara peringatan resmi Belanda di Tanah Air, termasuk untuk peringatan pada 15 Agustus mendatang.

"Peringatan 15 Agustus merupakan yang terbesar, karena secara resmi Perang Dunia Kedua di Asia berakhir pada tanggal tersebut. Oleh karena itu, peringatan 4 Mei biasanya lebih kecil dibandingkan dengan 15 Agustus nanti," tutur Eveline.

"Untuk peringatan 15 Agustus tahun ini, rencananya akan melihat kembali kesiapan lokasi. Seharusnya di Ancol, namun manajer Ancol baru saja meninggal dunia, sehingga perlu ada penyesuaian lebih lanjut," imbuhnya.




(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads