Amukan Kurir di Tasikmalaya, 9 Pegawai Konfeksi Disiram Air Keras

Round-up

Amukan Kurir di Tasikmalaya, 9 Pegawai Konfeksi Disiram Air Keras

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 05 Mei 2026 07:45 WIB
Petugas memasang garis polisi di konveksi yang menjadi korban serangan brutal air keras.
Petugas memasang garis polisi di konfeksi yang menjadi korban serangan brutal air keras. (Faizal Amiruddin/detikJabar)
Tasikmalaya -

Senin (4/5/2026) malam, akan jadi hari yang tak bisa dilupakan oleh Abdul Holik dkk. Pegawai konfeksi di Desa Gunajaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, itu jadi korban penyiraman air keras yang dilakukan seorang pria yang biasanya menjadi kurir antar paket barang.

Pada malam mencekam tersebut, Abdul Holik dan delapan kawannya diserang secara membabi buta. Akibatnya, beberapa di antara mereka harus dilarikan ke RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya akibat mengalami luka yang begitu fatal.

Tadinya, semua berjalan seperti biasa. Holik dan pegawai yang lain sedang mengerjakan aktivitas di rumah produksi konfeksi hingga tiba-tiba datang pelaku sekitar pukul 19.00 WIB dan menyerang beberapa orang secara acak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di momen yang begitu mencekam ini, pelakunya teridentifikasi sebagai seorang sopir ekspedisi yang biasanya menjemput barang pesanan. Namun, pada malam tersebut, emosi si pelaku meledak dan berteriak tak karuan sembari membawa botol plastik yang berisi air keras.

"Si pelaku datang sudah langsung teriak-teriak, dia pakai helm, pakai jas hujan. Sudah bawa botol warna putih," kata Abdul Holik, salah seorang korban di RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya.

ADVERTISEMENT

Pekik teriakan pelaku langsung memecah keheningan di rumah produksi konfeksi. Sebelum menjelaskan tujuan kedatangannya, dia justru langsung menyerang setiap orang yang ditemuinya secara acak sembari menyipratkan cairan keras tersebut ke sasarannya.

Holik terkena cipratan air keras di punggung dan sedikit di bagian wajahnya saat ia sedang beres-beres rumah produksi. Sedangkan rekannya, Wina (21), terkena cipratan air keras di bagian wajahnya.

Wina saat itu sedang bekerja di depan komputer di sana. Pelaku pun mengamuk yang membuat Wina tak sempat menyelamatkan diri, dan situasi langsung berubah kacau begitu serangan datang.

Angga, pegawai lainnya, menyebut, setelah kejadian itu, beberapa rekannya menjerit-jerit kesakitan. Dia sendiri saat kejadian sedang berada di dapur.

"Tiba-tiba banyak yang menjerit, pas saya lihat ruangan juga sampai berasap pekat, mungkin dari cairan air keras itu," kata Angga.

Seketika itu, menurut Angga, para korban yang terkena siraman air keras berdatangan ke dapur menuju keran air.

"Semua berebut keran air, akhirnya saya buka pintu belakang, mereka merendam lukanya di selokan. Direndam air selokan," jelasnya.

Sementara itu, setelah cairan yang dibawanya habis, para pegawai kemudian meringkus pelaku. Pria yang mengenakan jas hujan dan helm tersebut sempat dipukuli pegawai yang emosional.

Tak lama kemudian, polisi datang dan langsung mengamankan pelaku. Selain itu, polisi juga membantu membawa para korban ke RSUD dr Soekardjo dan Puskesmas Cibeureum serta melakukan olah TKP.

"Jadi betul telah terjadi penyiraman air keras di wilayah kami, tepatnya di Kampung Gunajaya, RT 003 RW 007 Desa Gunajaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Kejadiannya sekitar pukul 19.00 WIB lebih," kata Kapolsek Manonjaya, AKP Soni Alamsyah.

Soni menjelaskan kasus penganiayaan berat ini masih dalam proses penyelidikan. Namun, terduga pelaku diketahui seorang kurir atau pegawai ekspedisi yang biasa mengangkut barang dari konfeksi tersebut.

"Kasus ini langsung ditangani Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota. Cuma yang jelas yang melakukan penyiraman air keras itu seorang kurir yang suka nganter-nganterin barang," kata Soni.

Dia menambahkan, korban yang dirujuk ke RSUD sebanyak enam orang, sementara yang dirawat di Puskesmas Cibeureum tiga orang.

"Untuk motifnya masih kami dalami. Yang jelas, telah terjadi penyiraman air keras kepada beberapa orang. Pelaku satu orang. Korban (yang dirujuk ke rumah sakit) ada enam orang dengan rincian satu perempuan dan lima orang laki-laki," kata Soni.

"Untuk korban semuanya mengalami luka bakar, ada yang ringan dan sedang. Ada di bagian muka, ada yang di bagian leher, dan ada yang di bagian tangan," pungkasnya.

(ral/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads