Geger Jasad Pelajar di Aliran Sungai Green Canyon Pangandaran

Geger Jasad Pelajar di Aliran Sungai Green Canyon Pangandaran

Aldi Nur Fadilah - detikJabar
Senin, 04 Mei 2026 14:19 WIB
Proses evakuasi jenazah pelajar di aliran sungai Green Canyon, Pangandaran
Proses evakuasi jenazah pelajar di aliran sungai Green Canyon, Pangandaran (Foto: Istimewa)
Pangandaran -

Warga digegerkan dengan penemuan jenazah pelajar asal Pangandaran, Faiz Nawawi (14), di aliran sungai Green Canyon, Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang. Jasad korban ditemukan pertama kali dalam posisi mengambang tengkurap.

Semula, warga mengira jasad tersebut adalah boneka. Namun, setelah didekati dan tubuhnya dibalikkan, ternyata korban merupakan seorang remaja yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP.

Plt Kapolsek Cijulang Ipda Oji Fauzi membenarkan kejadian tersebut. Penemuan jasad itu terjadi pada Minggu (3/5/2026) sore kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya kemarin ada penemuan mayat seorang pelajar SMP, tepatnya ditemukan jenazah itu di Dusun Cidahu, Desa Batukaras," ucap Ozi kepada detikJabar saat dihubungi, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, saat ditemukan pertama kali, korban memang sudah dalam kondisi tengkurap dengan mengenakan kaus putih dan celana pendek.

ADVERTISEMENT

Korban diketahui bernama Faiz Nawawi (14), warga Dusun Cidahu, Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, peristiwa bermula saat tiga warga, yakni Saripudin, Dodi Supandi, dan Amas Agustia Permana, selesai menjemput peserta body rafting di aliran sungai Green Canyon. Saat hendak menepi, Saripudin melihat benda mencurigakan mengapung di sungai.

Awalnya, benda tersebut dikira boneka. Namun, setelah diperiksa lebih dekat menggunakan galah kayu, benda itu dipastikan merupakan mayat laki-laki. Para saksi segera mengevakuasi korban ke pinggir sungai agar tidak hanyut, lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cijulang dan puskesmas setempat.

Mendapat laporan tersebut, petugas Polsek Cijulang bersama Tim Inafis Polres Pangandaran dan tenaga medis langsung mendatangi lokasi untuk pemeriksaan awal. Usai olah TKP, korban dibawa ke RS Pandega Pangandaran untuk penanganan lebih lanjut.

Proses olah TKP tersebut dihadiri Plt Kapolsek Cijulang Ipda Oji Fauzi, beserta anggota, personel Samapta Polres Pangandaran, Kanit Pidum, Tim Inafis, tenaga medis Puskesmas Cijulang, serta pihak keluarga korban.

"Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kematian korban. Polres Pangandaran mengimbau masyarakat agar tetap waspada saat beraktivitas di kawasan wisata air, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan hal-hal mencurigakan," tutupnya.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads